Laporkan Masalah

Strategi Investor Relations pada Pemerintah Daerah (Studi Deskriptif Strategi Investor Relations pada Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T) Kota Pekalongan)

PUTRI MAHARDIKA D, Adam Wijoyo Sukarno, SIP. MA.

2015 | Skripsi | S1 ILMU KOMUNIKASI

Menyadari kekurangannya dari segi wilayah yang kecil dan sulit untuk mengembangkan sektor industri, Kota Pekalongan berupaya meningkatkan perekonomian melalui kegiatan investasi dengan menonjolkan diri sebagai kota jasa dan perdagangan. Sebagai pihak yang turut melaksanakan kegiatan investasi, maka investor relations dirasa penting bagi Pemerintah Kota Pekalongan dalam menjalin hubungan baik dengan para investor. Fungsi investor relations dijalankan oleh Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T) Kota Pekalongan sebagai pemegang kewenangan di bidang penanaman modal dan perizinan yang bertugas untuk menarik dan menangani investor. Adapun penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui strategi investor relations yang dilakukan oleh Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T) Kota Pekalongan. Konsep investor relations framework dari Argenti (2003) dan saluran komunikasi dari Bragg (2010) dijadikan sebagai acuan dalam penelitian ini. Dengan menggunakan metode studi deskriptif, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T) Kota Pekalongan telah melakukan strategi investor relations. Strategi investor relations dilakukan dengan membagi tipe investor dan juga berkomunikasi secara langsung maupun melalui perantara dengan para investor. Ditemukan fakta bahwa terdapat perbedaan pembagian tipe investor yang dilakukan Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T) Kota Pekalongan sebagai institusi pada level pemerintah daerah. Hal tersebut kemudian berpengaruh pada pemilihan saluran komunikasi yang digunakan untuk menjangkau para investor. Ruang lingkup yang dimiliki pemerintah daerah turut berpengaruh pada strategi investor relations yang dilakukan, sehingga kemudian berpengaruh pula pada pemilihan saluran komunikasi yang digunakan.

Being aware of its small size of region and its difficulty to develop the industrial sector, Pekalongan seeks to increase its economy through investment activities by introducing itself as a city of services and trades. As a part of investment activites, investor relations plays an important part for the government to maintain good relations with investors. Investor relations were run by Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T) Pekalongan as an authorized department in the field of investment and licensing charge to attract and handle investors. This research is conducted by Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T) Pekalongan to determine investor relations strategies. The concept of investor relations framework by Argenti (2003) and communication channels by Bragg (2010) are used as references in this research. By using a descriptive study, the results of this research indicates that Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T) Pekalongan has conducted investor relations strategy. Investor relations strategy is done by dividing the types of investors and conducting direct communication with investors or through an intermediaries. This research found that there are differences in classifying types of investors performed by Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T) Pekalongan as the authorized department. The difference affects the communication channel selection which used to reach out to investors. The local government also manages which investor relations strategy is conducted and which communication channel is used.

Kata Kunci : Investor Relations, Strategi Investor Relations, Investasi pada Pemerintah Daerah, BPMP2T Kota Pekalongan

  1. S1-2015-312142-abstract.pdf  
  2. S1-2015-312142-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-312142-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-312142-title.pdf