Laporkan Masalah

Ketahanan pangan rumahtangga tani dalam konteks pertanian berkelanjutan :: Suatu analisis programasi linier di pedesaan Bali, Jawa Timur, dan Yogyakarta

DARMAWAN, Dwi Putra, Promotor Prof.Dr.Ir. Sri Widodo, M.Sc

2001 | Disertasi | S3 Ilmu Pertanian

Rendahnya status gizi rumahtangga tani yang disebabkan oleh rendahnya jumlah dan mute konsumsi pangan serta produksi usahatani yang kurang lestari merupakan kendala bagi rumahtangga tani dalam memenuhi persyaratan ketahanan pangan rumahtangga dan pertanian berkelanjutan. Apabila produksi pangan rumahtangga yang berasal dari usahatani yang berkelanjutan tidak mampu memenuhi persyaratan konsumsi pangan, maka kekurangan konsumsi pangan tersebut dipenuhi dengan membeli pangan di pasar. Pada tingkat harga makanan yang tetap, daya beli rumahtangga tani terhadap pangan dapat ditingkatkan dengan memperbaiki pendapatan total rumahtangga. Tujuan penelitian ini adalah menentukan perbaikan sistem usahatani dengan simulasi programasi linier yang dapat memperbaiki aliran kas bersih (net cash flow) yang mencerminkan kesejahteraan finansial rumahtangga tani sekaligus produksi usahatani yang berkelanjutan. Simulasi model programasi linier rumahtangga tani yang memenuhi persyaratan ketahanan pangan rumahtangga dan pertanian berkelanjutan (model FSSA-LP) digunakan untuk analisis penelitian. Data primer yang diperoleh dari 100 sampel rumahtangga tani untuk setiap daerah pedesaan di tiga provinsi di Indonesia, yakni Bali, Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta, digunakan untuk menetapkan parameter model. Penerapan efisiensi teknis yang lebih tinggi dan metode pertanf an berkelanjutan dengan input eksternal rendah sekaligus pertanian berkelanjutan dengan informasi ekologi tinggi disimulasikan dalam model FSSA-LP yang valid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan secara simultan tingkat efisiensi teknis tertinggi yang menghasilkan output usahatani optimal dan metode pertanian berkelanjutan dengan input eksternal rendah sekaligus pertanian berkelanjutan dengan informasi ekologi tinggi yang menghasilkan usahatani lebih lestari path model FSSA-LP tidak hanya meningkatkan aliran kas bersih rumahtangga tani tetapi juga mengatasi penurunan aliran kas bersih rumahtangga tani akibat perubahan faktor-faktor eksogen dari model FSSA-LP, seperti tingkat suku bunga kredit tinggi, harga input usahatani tinggi, harga output rendah, dan harga pangan tinggi secara simultan. Dari hasil penelitian ini disarankan bahwa penerapan efisiensi teknis lebih tinggi dan metode pertanian berkelanjutan dengan input eksternal rendah sekaligus pertanian berkelanjutan dengan informasi ekologi tinggi secara simultan pada model FSSA-LP diperlukan untuk memperbaiki aliran kas bersih rumahtangga tani sekaligus produksi usahatani berkelanjutan.

Low nutrition status due to low amount and quality of food consumption as well as less conservation in nature of farm production constrained for farm households in matches the requirements of households' food security and sustainable agriculture. When food production obtained from sustainable farm unsatisfied tlw requirement of households' food consumption, the households can match the food consumption by buying food at the market. If the food price remains constant., the households' food purchasing power increases by improving the households' income. This study attempted to determine reforms in the farm households model that match the requirements of households' food security and sustainable agriculture that can improve households' net cash flow and sustainable farm production at once. The farm households' linear programming model that matches the requirements of households' food security and sustainable agriculture (FSSA-LP model) was used to achieve the objectives of this study. Primary data collected from samples of 100 farm households at each rural area of the three provinces of Indonesia, i.e. Bali, East Java and Yogyakarta, was used to specify parameters of the model. The application of higher technical efficiency and the methods of low external input sustainable agriculture as well as high ecological information sustainable agriculture simultaneousiy were simulated in the validated FSSA-LP model. The results revealed that the application of highest technical efficiency that yielded optimal farm output and methods of low external input sustainable agriculture as well as high ecological information sustainable agriculture that resulted sustainable farm production in the FSSA-LP model simultaneosly, not only increase households net cash flow but also can offset the loss of the households net cash flow resulted by simultaneously changing of exogenous factors of the FSSA-LP model, such as high credit interest rate, high current input price, low farm output and high food price. It is therefore recommended that the application of higher technical efficiency and the methods of low external input sustainable agriculture as well as high ecological information sustainable agriculture in the FSSA-LP model simultaneously are needed to improve households' net cash flow as well as sustainable farm production.

Kata Kunci : Usahatani,Ketahanan Pangan Petani, Food security, Sustainable agriculture,


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.