Laporkan Masalah

ANALISIS POTENSI OBJEK KONSOLIDASI TANAH DI KECAMATAN TEGALREJO KOTA YOGYAKARTA

SHAFIRA DWI CAHYANI, Ir. Waljiyanto, M.Sc

2015 | Skripsi | S1 TEKNIK GEODESI

Ketersediaan lahan yang terbatas akan berpengaruh terhadap tata ruang kota menjadi kurang beraturan dan sulit untuk dikendalikan jika dibiarkan. Salah satu upaya untuk menangani hal tersebut ialah dengan kegiatan konsolidasi tanah. Namun, pada prakteknya kegiatan konsolidasi tanah mempunyai beberapa kendala diantaranya ialah ketidaktepatan pemilihan lokasi konsolidasi tanah. Kecamatan Tegalrejo merupakan kecamatan di Kota Yogyakarta yang memiliki penggunaan lahan pertanian paling luas kedua di Kota Yogyakarta yaitu seluas 27,067 Ha. RTRW Kota Yogyakarta sudah tidak mengatur tentang lahan pertanian lagi, tetapi mengarahkan rencana kota ke kawasan perkotaan. Hal tersebut tidak sesuai dengan keadaan lapangan Kecamatan Tegalrejo yang masih mempunyai lahan pertanian, sehingga dibutuhkan suatu kegiatan analisis pemilihan potensi objek konsolidasi tanah. Faktor yang digunakan yang digunakan dalam skripsi ini adalah peta Penggunaan Tanah Kota Yogyakarta 2010, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Yogyakarta 2009, Gambaran Umum Penguasaan Tanah (GUPT) Kota Yogyakarta 2010, citra satelit, Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah 2009, data tiga unsur konsolidasi tanah yang berasal dari data Badan Pusat Statistik (BPS) 2014, serta penjajagan pendapat warga calon objek konsolidasi tanah yang berpotensi melalui kegiatan wawancara di lapangan. Pelaksanaan kegiatan ini dengan mengoverlaykan peta Penggunaan Tanah, RTRW, dan GUPT. Citra satelit dan RPJM D digunakan sebagai tambahan keterangan apabila ada rencana kegiatan di lokasi calon objek konsolidasi tanah. Sementara data tiga unsur konsolidasi tanah digunakan untuk menentukan daerah yang berpotensi secara statistik sekaligus lokasi yang dijadikan kegiatan peninjauan lapangan. Data penjajagan pendapat warga digunakan sebagai penentu kelas prioritas Potensi Objek Konsolidasi Tanah (POKT) dari lokasi calon objek konolidasi tanah. Hasil rekapitulasi data tiga unsur konsolidasi tanah didapatkan Kelurahan Bener sebagai lokasi kegiatan peninjauan lapangan. Berdasarkan hasil pengolahan keseluruhan data, didapatkan empat Rukun Warga (RW) di Kelurahan Bener yang berpotensi untuk dijadikan objek konsolidasi tanah dengan kelas prioritas satu sampai dengan tiga. RW 7 memiliki prioritas tertinggi untuk dijadikan sebagai objek konsolidasi tanah. Berdasarkan Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nomor 3 Tahun 2006, analisis arahan POKT untuk objek konsolidasi tanah di Kelurahan Bener diantaranya pengembangan wilayah dan peremajaan kota.

Limited availability of land which will affect the urban spatial become less uniform and harder to control if left unchecked. One effort to deal with it is by land consolidation activities. However, in practice, land consolidation activity has several constraints including site selection incorrectness is land consolidation. Kecamatan Tegalrejo is a district in the city of Yogyakarta, which has the most extensive agricultural land use both in the city of Yogyakarta is an area of 27.067 ha. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Yogyakarta had not regulate agricultural land anymore, but the city plans to direct the urban areas. It is not in accordance with the state of the Kecamatan Tegalrejo who still have agricultural land, and so we need an analysis of election activities object land consolidation potential. Factors used include Map of Land Use Yogyakarta 2010, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) of Yogyakarta 2009, Gambaran Umum Penguasaan Tanah (GUPT) of Yogyakarta, 2010, satellite imagery, Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah 2009, consolidated three data elements soils derived from the Badan Pusat Statistik (BPS) in 2014, as well as exploratory opinion of citizens object land consolidation candidates potentially through interviews in the field. Implementation of these activities with mengoverlaykan Map of Land Use, RTRW, and GUPT. RPJM D and satellite imagery used as additional information if there is a plan of action on the object of prospective land consolidation. While the data of three elements used to determine the land consolidation potential areas statistically at the same location used as a field review activities. Data exploratory opinion of citizens is used as a determinant of the priority class Potensi Objek Konsolidasi Tanah (POKT) from the location of the object konolidasi prospective ground. Recapitulation of data obtained three elements of land consolidation Kelurahan Bener as the location for a review of field activities. Based on the results of the overall processing of the data, obtained four Rukun Warga (RW) in Kelurahan Bener that has the potential object to be used as land consolidation with priority classes one to three. RW 7 has the highest priority to serve as the object of land consolidation land. Based on the Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) No. 3 of 2006, the analysis of the direction of the object POKT for land consolidation in the Kelurahan Bener including regional development and urban renewal.

Kata Kunci : konsolidasi tanah, pertanahan

  1. S1-2015-319048-abstract.pdf  
  2. S1-2015-319048-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-319048-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-319048-title.pdf