Laporkan Masalah

KEBUTUHAN PELATIHAN MANAJEMEN UNTUK PARA MANAGER: STUDI KASUS DI RSUD LUBUK SIKAPING, KABUPATEN PASAMAN, SUMATRA BARAT

RATIH ANGGUN DEWI, Dr. dr. Mubasysyr Hasanbasri, MA; Dr. dr. Wahyudi Istiono, M.Kes

2015 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang : Manajemen yang profesional dan reformasi birokrasi adalah elemen untuk memperkuat sistem kesehatan. Namun, respon dan kualitas pelayanan rumah sakit pemerintah di daerah pinggiran masih minim. Bisakah rumah sakit pemerintah memberikan pelayanan dengan menggunakan pendekatan kebutuhan pelanggan dan pasar sekitarnya?. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari dinamika kesenjangan kompetensi antara apa yang diharapkan dan apa yang sebenarnya terjadi terkait dengan fungsi manajer di Rumah Sakit Umum Daerah Lubuk Sikaping yang mempunyai 234 karyawan, dan merupakan pusat rujukan dari 16 puskesmas di Kabupaten Pasaman. Penelitian ini lebih menekankan pada penilaian kapasitas kemampuan manajerial manajer. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan metode kualitatif menggunakan rancangan studi kasus. Subjek penelitian adalah 14 manajer yang terdiri dari kepala rumah sakit, kepala bidang, kepala sub bidang dan program dari jabatan struktural di rumah sakit . Penelitian dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi dokumen. Hasil: Penelitian ini menghasilkan tiga hal yang menunjukkan kapasitas kemampuan manajemen manager yang tidak sesuai dengan tuntutan zaman sekarang. Pertama, praktek dasar pengorganisasian yang tidak diimplementasikan pada rumah sakit ini. Kedua, manajer belum mampu untuk mengelola semua karyawan di berbagai tingkatan untuk mengelola masalah dan memperbaikinya di segala bidang. Ketiga, walaupun memiliki visi, misi dan nilai -nilai pelayanan yang profesional, manajer menunjukkan perilaku birokrasi yang memenuhi kebutuhan penguasa daripada kebutuhan pasien sebagai pelanggan. Manajer gagal untuk melaksanakan kegiatan operasional dan teknis terkait dalam perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pemantauan, yang pada dasarnya diperlukan untuk memecahkan masalah yang benar-benar dihadapi. Penelitian ini membahas isu-isu birokrasi pemerintah daerah dan jenis kebutuhan pelatihan yang memungkinkan manajer untuk bekerja dalam pemecahan masalah namun tetap menjadi bagian dari organisasi birokrasi saat ini. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktek manajemen tidak sesuai dengan operasional kebutuhan pemecahan masalah pelayanan di rumah sakit dan tidak sesuai dengan kebutuhan transformasi birokrasi instansi pemerintah. Strategi untuk membuat manajer dapat mereformasi rumah sakit daerah adalah salah satunya dengan pelatihan namun pelatihan tersebut harus dengan menggunakan pendekatan yang berbeda dari pelatihan tradisional yang diterapkan untuk pejabat pemerintah saat ini.

Background : Professional management and bureaucracy reform is urgent needs to strengthen the health systems. However, responsiveness and quality of service of the government hospital in peripheral areas is still poor. Could government hospitals perform for the need of their customers and surrounding markets?. The Objective of the research for we studied these dynamics in the RS area in Pasaman, with 234 employees, which became the reference of the 16 health centers in Pasaman. The research purposes is The research study the gaps between what expected to happen and what actually happened related to the functions of manager in the hospital. We further assess the managerial capacity in terms of management education managers have experienced. Methods: This research is a descriptive study with qualitative methods using case study design. We conduct in depth interviews with 14 managers head of the hospital, the head department, heads of subdepartments, and heads programs from structural positions in the hospital. Result: This research reported three things that show management capacity does not match with the demands of our times. First, the simple and basic organizing practices is not implementd in this hospital. Second, managers fail to manage all employees at various levels in order to learn problems and correct them in all fields. Third, despite having the googd vision, mission and values of quality service and professionalism, managers shows bureaucratic behavior that meets the needs of employers rather than to the needs of patients as customers. Managers fail to implement the works related in planning, organizing, actuating and monitoring, which are basically needed to solve problems that really face. We discuss local government bureaucracy issues and the kind of training requirements which allow managers to work more problem solving while they remain part of the current bureaucratic organization. Conclusions: This research conclude that management practices does not fit with the needs of the operational problem solving of hospital services and are incompatible with the needs of the transformation of the bureaucracy of government agencies. Strategies to make managers be able to reform public hospitals should discuss different approaches from traditionally applied training for government officers.

Kata Kunci : rumah sakit, manager, training need analysis

  1. S2-2015-356868-abstract.pdf  
  2. S2-2015-356868-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-356868-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-356868-title.pdf