Laporkan Masalah

UTILISASI RAWAT JALAN PUSKESMAS OLEH LANSIA DENGAN PENYAKIT KRONIS DI INDONESIA TIMUR ( IFLS EAST 2012)

HALFIS SUSANTO, dr. Lutfan Lazuardi, M.Kes, PhD; Dr. dr. Mubasysyir Hasanbasri, MA

2015 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latarbelakang: Penelitian bertujuan untuk melihat gambaran dan menganalisa faktor individu lansia penyakit kronis: umur, jenis kelamin, pendidikan (predisposing), pendamping, asuransi, karakteristik wilayah (enabling) dan status kesehatan/ SRHS, keterbatasan aktifitas (need) dengan utilisasi rawat jalan puskesmas di Indonesia Timur Metode: Analisia data sekunder dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini menggunakan data survei dariIFLS East 2012. Responden adalah lansia berusia 60 tahun keatas dan didiagnosa menderita penyakit kronis yang berjumlah 271 individu. Penelitian ini menggunakan chi-squareuntuk analisis bivariat dan menggunakan regresi logistik berganda untuk analisis multivariat dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: utilisasi rawat jalan puskesmas 19,93%. Responden penelitian ini sebagian besar wanita ( 50,18% ) , lansia muda usia antara 60-69 tahun ( 74,54% ) dan tidak memiliki pendamping lansia ( 74,17% ) . Hasil bivariat menunjukkan bahwa lansia-tua ( OR = 1,16 CI = 0,59-2,27) , memiliki pendamping lansia ( OR = 1,01 CI = 0,50-1,98) , memiliki asuransi kesehatan ( OR = 1,02 CI = 0,56-1,86) , yang tinggal di daerah perkotaan ( OR = 1,01 CI = 0,52-1,93 ) , tidak sehat ( OR = 1,55 CI = 0,84-2,84) , dan memiliki keterbatsan katifitas ( OR = 1,35 CI = 0,74-2,47) menunjukkan hubungan positif dengan utilisasi. Tidak ada variabel yang memiliki nilai yang signifikan secara statistik. Tidak banyak perubahan OR adjusted pendamping lansia ketika distratifikasiberdasarkan SRHS dan keterbatasan aktifitas. Kesimpulan: Utilisasi puskesmas oleh lansia penyakit kronis di Indonesia timur masih rendah. Tidak ada varibabel faktor penentu individu ( predisposing, enabling dan need ) yang signifikan secara statistik. Peran pendamping ( caregiver ) tidak begitu berpengaruh terhadap utilissasi rawat jalan puskesmas. Hal ini kemungkinan disebakan oleh kurangnya pengetahuan pendamping ( care gi ver ) mengenai permasalahan kesehatan lansia dengan penyaki kronis. Variabel pendamping ( care giver ) lebih berpengaruh pada lansia dengan penyakit kronis yang sakit dan memiliki keterbatasan aktifitas / limitasi.

Background: This study aims to describes and analyze the individual determinant factors of elderly with chronic diseases: age, sex, education (predisposing), caregiver,insurance, urban/rural (enabling) and health status / SRHS, activity limitations (need) with the utilization of outpatient health centers in Eastern Indonesia. Methods: Secondary data analysis with cross sectional study. We used data from IFLS EAST 2012 survey. Our respondent was elderly aged abovoe or equal 60 years old and have a chronic disease. The total number of our respondent was 271 persons. We used chi square as our bivariate analysis and used multiple logistic regression as our multivariate analysis with confidence level 95%. Results: The outpatient utilization of healthcare was 19,93%. Our respondent was mostly young elderly (74,54%), female (50,18% and do not have caregiver (74,17%). Bivariate results showed that had a care-giver (OR=1.01 CI=0.501.98) , have a health insurance (OR=1.02 CI=0.56-1.86), living in urban area (OR=1,01 CI=0.52-1.93), not healthy (OR=1.55 CI=0.84-2.84), and had limitedactivity (OR=1,35 CI=0.74-2.47) showed positive association with utilization. Not much change in the adjusted OR of elderly caregiver when stratified by SRHS and activity limitations. There are no variables that have a statistically significant value. Conclusion: The utilization of health centers by elderly chronic disease in eastern Indonesia is still low. There is no variabel have significant impact on utilization. Having a care giver was not associated with utilization in community health center. This is likely caused by the lack of care-giver’s knowledge about health problems of elderly with chronic diseases. Variable care giver is more influential in the elderly with chronic diseases who was (SRHS) sick and have limitation.

Kata Kunci : utilisasi, puskesmas, lansia, penyakitkronis.

  1. S2-2015-354337-abstract.pdf  
  2. S2-2015-354337-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-354337-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-354337-title.pdf