SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSIS GANGGUAN KEPRIBADIAN DENGAN PENDEKATAN CERTAINTY FACTOR
CHRISTHINE PUTRI BATARA RANDA, Adhistya Erna Purnamasari, S.T., M.T., Ph.D ; Teguh Bharata Adji, S.T., M.T., M.Eng., Ph.D
2015 | Tesis | S2 Teknik ElektroPenelitian mengenai penyakit mental "The Global Burden of Disease", memprediksi bahwa penyakit mental akan menduduki posisi kedua setelah penyakit kardiovaskular pada tahun 2020 sebagai penyebab kematian. Gangguan kepribadian termasuk ke dalam jenis penyakit mental apabila cara berpikir, memahami situasi, dan berhubungan dengan orang lain tidak berfungsi. Penelitian mengenai psikologi di Indonesia mengatakan, terdapat perbandingan 1 psikiater untuk 401.000 jiwa dan 1 psikologi untuk 660.000 jiwa di Indonesia. Oleh karena itu dibutuhkan suatu alat bantu yang dapat membantu psikiater maupun psikologi dalam mendiagnosis gangguan kepribadian. Metode yang akan digunakan untuk menghitung besar kemungkinan seseorang menderita gangguan kepribadian, yaitu metode Certainty Factor. Certainty Factor adalah metode untuk mengelola ketidakpastian dalam sistem berbasis aturan. Masukan yang dibutuhkan dalam mendiagnosis gangguan kepribadian yaitu berupa gejala-gejala beserta nilai kepastian pasien dan nilai kepastian seorang pakar. Akuisisi pengetahuan dilakukan untuk mengumpulkan data-data pengetahuan dari seorang pakar. Data-data yang didapat kemudian direpresentasikan ke dalam tabel keputusan dan kaidah produksi sehingga membantu pengodean pengetahuan ke dalam program. Hasil dari penelitian ini mampu menentukan jenis gangguan kepribadian yang diderita dengan tingkat keakurasian sebesar 80% serta memberi informasi penanganan yang sesuai dengan gangguan kepribadian yang diderita.
Based on research entitled "The Global Burden of Disease", it was predicted that mental disease will be ranked second after cardiovascular disease in 2020 as one causes of death. Personality disorder could be categorized as a type of mental disease if the ability to think, cognition ability, and interaction ability do not function or do not work well. Research on psychology in Indonesia finds that, the ratio between psychiatrists and population in Indonesia is 1:401.000, while the ratio between psychologists and population in Indonesia is 1 : 660.000. Therefore, there is a need of a tool that can helps psychiatrists and psychologists to diagnose personality disorders. The researcher employed Certainty Factor as the research method to calculate a probability of suffering from personality disorders on someone. It is also known as a method to manage uncertainty in rule-based systems. Several inputs were required to diagnose personality disorder such as symptoms with certainty value of the patient, and certainty value from single expert. Knowledge acquisition was conducted to collect knowledge data from single expert. The obtained data were then presented into a decision table and production rules, to help researcher encode the knowledge into the program. The result of this study could determine the type of personality disorder suffered with 80% rate accuracy amount. It would also provides information on how to properly treat the disorder based on the type of personality disorder suffered.
Kata Kunci : gangguan kepribadian, sistem pakar, certainty factor.