Laporkan Masalah

ANALISIS PREDIKSI MARKET SHARE MOBIL HYBRID DI INDONESIA MENGGUNAKAN METODE BIVARIATE ORDERED PROBIT

ISNAEN DWI SANJOYO, Dr. Eng. Muhammad Zudhy Irawan, S.T., M.T.

2015 | Skripsi |

Penelitian ini menyajikan hasil analisis tentang besar kesediaan masyarakat untuk beralih ke mobil hybrid dan menganalisis skenario kebijakan yang paling efektif dalam meningkatkan market share mobil hybrid dalam 10 tahun mendatang di Indonesia. Hal ini berkaitan dengan besarnya pertumbuhan kendaraan berbahan bakar bensin dan solar sehingga adanya ketergantungan terhadap BBM yang jumlahnya kian menipis. Pengumpulan data bersifat sekunder dari penelitian (Silaban, 2015) yang dilakukan dengan kuisioner. Responden yang sesuai dengan kriteria mengisi suatu form berisi pertanyaan dan pernyataan yang dilakukan di Jakarta, Surabaya dan Yogyakarta pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2014 dan analisis data survei menggunakan metode stated preferences ordered probit. Variabel yang diuji yaitu penghapusan subsidi BBM, pembatasan suplai BBM, harga beli mobil hybrid, pajak tahunan kendaraan, regulasi usia kendaraan dan biaya untuk bahan bakar. Hasilnya menunjukan bahwa hanya variabel pajak yang tidak berpengaruh signifikan terhadap pembelian mobil hybrid. Dalam analisis berbasis skenario yang dilakukan, menunjukkan bahwa sebesar 5,7% konsumen akan beralih untuk membeli mobil hybrid sampai tahun 2024 pada skenario do nothing (base case). Pada skenario do something dari 5 kebijakan yang dianalisis, penghapusan subsidi BBM memberikan dampak paling signifikan pada peningkatan market share mobil hybrid di Indonesia. Skenario tersebut meningkatkan probabilitas kesediaan beralih ke mobil hybrid sebesar 14,32% yaitu dari 5,70% menjadi 20,02% dalam 10 tahun mendatang.

The main objective of this research is to analyze the Indonesian consumer’s willingness for shifting to hybrid car and examine the most effective of policies scenario to increase hybrid car market share in the next 10 years. This thing is related to the massive increase of gasoline car’s owning but in the other hand the gasoline supplies decrease. Secondary data is used from the research which is accomplished by (Silaban, 2015). Quisioner is purposed to collect data. Respondents who appropriate with the criteria fill out the form which is conducted in Jakarta, Surabaya and Yogyakarta in July and August 2014 and this research applied a stated preferences ordered probit as its analysis method. We find that the most significant variables which impact the hybrid car purchasing in Indonesia are removing government’s incentive of gasoline, gasoline supply restriction, purchase price, operational age of car policy and fuel cost. The do nothing scenario will give 5,7% of consumer who is willing to shift to hybrid car. The do something scenarios which are removing government’s incentive of gasoline will be the most significantly impact in increasing the market share of hybrid car in Indonesia. That scenario increases the willingness for shifting to hybrid car into 14,32%, from 5,70% to 20,02% in the next 10 years.

Kata Kunci : mobil hybrid, ordered probit, market share, kebijakan, Indonesia


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.