Laporkan Masalah

TINJAUAN KORELASI ANTARA ASPEK SPASIAL DENGAN KASUS SENGKETA TANAH DI KOTA DEPOK PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2014

WAHYU DWIYANI EKO, Dr.Eng Purnama Budi Santosa, S.T., M.App.Sc.

2015 | Skripsi |

Tanah merupakan sumber daya yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Jumlah penduduk yang terus meningkat menyebabkan kebutuhan akan tanah meningkat. Ketersediaan tanah yang terbatas jumlahnya, tidak seimbang dengan kebutuhan manusia sehingga memicu sengketa pertanahan. Kota Depok merupakan salah satu kota yang memiliki banyak kasus sengketa tanah. Penyebab kasus sengketa tanah yang terjadi di Kota Depok tentunya bermacam – macam. Namun tidak menutup kemungkinan terdapat aspek spasial yang berhubungan dengan kasus sengketa tanah. Aspek spasial merupakan aspek yang berhubungan dengan referensi keruangan. Hubungan spasial dengan kasus sengketa tanah dapat diketahui bila dilakukan proses analisis. Proses analisis dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan pemetaan lokasi kasus sengketa tanah agar menjadi data spasial. Data kasus sengketa tanah yang telah dipetakan akan menghasilkan peta persebaran kasus sengketa tanah. Analisis hubungan kasus sengketa tanah dengan aspek spasial dilakukan dengan menggunakan data sengketa tanah yang telah dipetakan. Analisis dilakukan dengan perhitungan analisis korelasi kontingensi. Korelasi kontingensi merupakan salah satu perhitungan korelasi menggunakan tabel kontingensi dengan jenis variabel data nominal. Perhitungan korelasi kontingensi menghasilkan kesimpulan adakah hubungan antara sengketa tanah dengan aspek spasial yang diteliti dan nilai keeratan hubungannya. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara aspek spasial yang diteliti dengan kasus sengketa tanah di Kota Depok tahun 2014 baik hubungan terhadap nilai tanah, kesesuaian lahan, kedekatan lokasi sengketa dari pusat kota maupun kedekatan lokasi sengketa dari jalan utama.

Land is one essential resource for human life. The continuously increasing population escalates the need for land. The insufficient availability of land makes people are fighting over lands, and thus cause land disputes. Depok is one of the city that has a lot of land disputes. There are certainly various causes of land disputes in Depok. However, it does not rule out the possibility that spatial aspect is related to the case of land dispute. Spatial aspect is an aspect related to the spatial reference. The relationship between spatial aspect and cases of land disputes could be known if analysis process is conducted. Analysis process was conducted by first applying the data plotting of land dispute case that would produce a distribution map of land disputes. The relationship analysis of land dispute cases with spatial aspect was conducted by using the plotted data of land dispute. The analysis was performed by analysis measurement of contingency correlation. Contingency correlation is one measurements of correlation that use the table of contingency with the variable type of nominal data. The measurement of contingency correlation produces a conclusion about whether there was the relationship between land dispute case with the observed spatial aspect and also the value of relationship closeness. From the analysis result, it shows that there is no relationship between the observed spatial aspects within the land dispute in Depok 2014, whether it is the relationship with the land value, land suitability, proximity of disputed location from the center of city, and also the proximity of disputed location from the main road.

Kata Kunci : land dispute, spatial aspect


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.