Laporkan Masalah

Analisis Perencanaan dan Pengendalian Persediaan Bahan dan Alat Kesehatan Habis Pakai (BAHP) Pada Instalasi Farmasi di Rumah Sakit Umum Daerah Sleman Yogyakarta

GALIH AGUNG PERMADI, Sinta Rahmawidya Sulistyo, S.T., MSIE

2015 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRI

Rumah sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan untuk masyarakat. Pelayanan rumah sakit merupakan bentuk pelayanan yang bersifat sosio-ekonomi, yaitu suatu usaha yang walau bersifat sosial namun tetap diusahakan agar bisa mendapatkan keuntungan finansial. Sebagian besar keuntungan finansial rumah sakit berasal dari perbekalan farmasi. Perbekalan farmasi tentunya tidak terlepas dari proses perencanaan dan pengendalian yang dilakukan oleh instalasi farmasi. Oleh karena itu, instalasi farmasi diharapkan dapat melakukan manajemen persediaan perbekalan farmasi agar rumah sakit terhindar dari permasalahan kehabisan barang (stockout) maupun kelebihan barang (overstock). Dari latar belakang tersebut, penelitian akan dilakukan untuk menganalisis sistem perencanaan dan pengendalian persediaan perbekalan farmasi di rumah sakit. Penelitian ini dilakukan di instalasi farmasi RSUD Sleman dengan menggunakan bahan dan alat kesehatan habis pakai (BAHP) sebagai objek penelitian. Penelitian dimulai dengan melakukan klasifikasi BAHP menggunakan analisis ABC-VED untuk mengklasifikasikan BAHP yang akan diteliti lebih lanjut. Analisis mengenai sistem perencanaan dilakukan dengan membandingkan metode peramalan yang telah dimiliki oleh RSUD Sleman dengan metode peramalan teoritis. Pengendalian persediaan dilakukan dengan menggunakan metode continuous review policy dan periodic review policy yang nantinya akan dibandingkan dengan metode pengendalian yang dimiliki oleh rumah sakit. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa metode peramalan yang tepat untuk digunakan dalam perencanaan persediaan BAHP adalah metode naive karena memiliki tingkat error yang terendah dibandingkan dengan metode lainnya. Usulan untuk sistem pengendalian persediaan BAHP dapat dilakukan dengan menggunakan metode continuous review policy karena dapat menurunkan jumlah average stock opname yang dimiliki rumah sakit.

Hospital is a health care institution for society. Hospital service was socio-economical, which is a business, that although has a social characteristic but still be sought to get the financial benefit. Most of the hospital's financial benefit came from pharmaceuticals. Pharmaceuticals certainly could not be separated from planning process and control that was done by the pharmacy. Therefore, pharmacy was expected to capable of managing the pharmaceuticals supplies so the hospital was spared from the stock out or overstock problem. Based on what has been stated before, this research would be done to analyze the pharmaceutical inventory planning and control in hospital. This research was conducted in RSUD Sleman's pharmaceuticals by using medical consumables (BAHP) as the research object. This research was started by doing the classification of medical consumables using ABC-VED analysis to classify BAHP that would be inspected further. The planning system analysis was done by comparing forecasting method that already had by RSUD Sleman with theoretical forecasting method. The inventory control was done by using continuous review policy method and periodic review policy that later would be compared with control method that owned by the hospital. The result of this research shows that best forecasting method for BAHP planning is naive method since it has the lowest error level compared to the other method. The suggestion for BAHP control system was to use the continuous review policy because it could reduce the amount of hospital's average stock opname.

Kata Kunci : BAHP, Stock, ABC-VED, Continuous review policy, periodic review policy

  1. S1-2015-313463-abstract.pdf  
  2. S1-2015-313463-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-313463-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-313463-title.pdf