Laporkan Masalah

Pengalaman Ibu Untuk Tetap Menyusui Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Kota Malang

MULADEFI CHOIRIYAH, Elsi Dwi Hapsari, S.Kp., M.S., D.S.; Wiwin Lismidiati, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.Mat.

2015 | Tesis | S2 Keperawatan

Latar Belakang: Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu penyebab utama kematian bayi di dunia. WHO tahun 2003 telah merekomendasikan menyusui sebagai salah satu penanganan BBLR. Namun, ibu yang memiliki bayi BBLR memiliki kesulitan di awal persalinan. Selain itu, menyusui di Indonesia juga dipengaruhi oleh sosial dan budaya yang dipercayai. Budaya suku Jawa bagi ibu menyusui seperti ritual mandi wuwung, minum ramual herbal untuk menyusui, dll. Serta memberi madu dan memberi MPASI dini untuk melicinkan pencernaan bayi baru lahir. Sehingga, hal tersebut mempengaruhi keputusan ibu untuk memilih tetap atau tidak menyusui sama sekali di periode awal postpartum. Tujuan penelitian: Mengeksplorasi makna pengalaman ibu untuk tetap menyusui bayi dengan BBLR. Metode Penelitian: Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Tujuh orang partisipan dalam penelitian ini adalah ibu yang pernah menyusui bayi BBLR. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam semiterstruktur, observasi dan data sekunder pada bulan Mei 2015-Juni 2015. Analisa data menggunakan metode Colaizzi (1978). Hasil: Ditemukan empat tema yaitu pengenalan menyusui sejak dini untuk bayi BBLR, pemberian MPASI dini sebagai alternatif dalam mengatasi kesulitan menyusui, tradisi yang dipercayai dan lingkungan sosial mempengaruhi dukungan bagi ibu menyusui, serta menerima menyusui sebagai bagian dari kodrat seorang wanita. Kesimpulan: Menyusui bayi BBLR memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Adanya tradisi yang dipercayai keluarga dan pengaruh lingkungan sosial sangat mempengaruhi dukungan yang diberikan kepada ibu dalam menyusui.

Background: Low Birth Weight (LBW) is one of the main cause of infant mortality in the world. WHO recommends breastfeeding as one of intervention for LBW infant. Nevertheless, LBW mothers often face many difficulties during early postpartum period. Moreover, breastfeeding in Indonesia influenced by social and cultural belief. Breastfeeding s Javanese ethnic cultural such as wuwung shower ritual, take herbal beverage for breastfeeding, etc. Gives honey and early complementary feeding for smooth newborn apostrophe s digestive. Therefore, they may influence mother apostrophe s decision in continuing breastfeeding in early postpartum period. Objective: To explore the meaning of the experience of mother who continue breastfeeding for LBW infant. Methods: A qualitative study using phenomenological approach was conducted. Seven mothers agreed to participate in this study were mothers who had ever breastfeed their LBW infant. The data collection was conducted with an unstructured in-depth interview, observation and secondary data on May 2015-June 2015. Collaizi method (1978) was used for data analysis. Result: Four themes were found in this study: the early breastfeeding introduction for LBW infant, early complementary feeding was given as an alternative to resolve breastfeeding difficulties, cultural belief and social environment influences support for breastfeeding mother, and receive breastfeeding as natural for woman. Conclusion: Breastfeeding of LBW infant has higher difficulties. Cultural belief and social environment influences support for breastfeeding mother.

Kata Kunci : Pengalaman Ibu, Menyusui, Berat Badan Lahir Rendah, kota Malang