RESPONS PETANI TERHADAP ISU DAN DAMPAK PERUBAHAN IKLIM DI DESA PATAK BANTENG KECAMATAN KEJAJAR KABUPATEN WONOSOBO
ARDI YUDHA PRATAMA, Prof. Dr. Ir. Sunarru Samsi Hariadi, M.Si; Dr. Ir. Roso Witjaksono, MS.
2015 | Skripsi | S1 PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PERTANIANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons petani terhadap isu dan dampak perubahan iklim serta faktor-faktor yang mempengaruhinya di Desa Patak Banteng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitis dengan teknik survey. Pemilihan desa dilakukan secara purposive, sedangkan pengambilan sampel petani dilakukan dengan metode Simple Random Sampling. Selanjutnya data dianalisis dengan uji proporsi dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian mengenai respons menunjukkan petani sudah mengantisipasi isu dan dampak perubahan iklim di Desa Patak Banteng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Respons petani yang mencolok yaitu pemahaman petani mengenai kondisi klimatologis, di mana petani mengetahui jika dalam beberapa tahun ini terjadi perubahan curah hujan dan intensitas hujan di Desa Patak Batang; kekhawatiran petani terhadap perubahan iklim yang berdampak pada menurunnya hasil pertanian terutama akibat meningkatnya serangan penyakit pada tanaman saat musim penghujan, sehingga membuat petani akan berusaha untuk menanggulangi dampak perubahan iklim tersebut; dan keinginan petani untuk mengikuti pelatihan adaptasi pertanian untuk menghadapi dampak negatif perubahan iklim dan akan berusaha mengurangi dampak perubahan iklim tersebut dalam kegiatan pertaniannya. Faktor yang berpengaruh nyata terhadap respons adalah persepsi petani terhadap perubahan iklim. Persepsi petani terhadap perubahan iklim yang mengakibatkan menurunnya hasil usahatani, terganggunya aktivitas keseharian petani, serta meningkatnya modal usahatani akan menyebabkan petani lebih mengantisipasi isu dan dampak perubahan iklim di Desa Patak Banteng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Faktor yang tidak berpengaruh nyata terhadap respons adalah umur petani, lama bertani, luas lahan garapan, jumlah anggota keluarga, tingkat pendidikan petani, dan komoditas yang diusahakan petani.
This research aims to know the response of farmers against the issues and impacts of climate change as well as the factors that influenced them in the Patak Banteng Village, Kejajar District, Wonosobo Regency. The basic method used in this research is descriptive analytic. The selection of the village conducted on purposive sampling, whereas farmers sampling done by simple random sampling. Furthermore, the data were analyzed with proportion test and linear regression analysis. The results of the research shows farmers are already anticipating the issues and impacts of climate change in Patak Banteng Village, Kejajar District, Wonosobo Regency. The striking respones of the farmers are their understanding about the climate condition, where farmers know if in recent years there are changes in rainfall intensity in Patak Batang Village; farmers' concerns against the climate change impact on decline in agricultural yield mainly due to increasing number of crop diseases during rainy season, so make the farmers would try to cope with the impacts of climate change; also farmer's desire to follow agriculture adaptation to confront negative impacts of climate change and will seek to reduce the impact of climate change in their farm activities. Factors that significantly affect the response is farmer's perception to climate change. The perception of farmers against climate change which resulted in declining results of farming, disruption of daily activities of farmers, as well as increased capital farm would cause farmers more anticipate issues and impacts of climate change in Patak Banteng Village. Factors which don't significantly affect the response are farmer's age, farming duration, acreage, the number of family members, education level of the farmers, and the commodities that cultivated by the farmers.
Kata Kunci : perubahan iklim, wonosobo, respons