TINGKAT DAYA TERIMA MASYARAKAT LOKAL TERHADAP TRANSMIGRAN DI KECAMATAN BTS ULU KABUPATEN MUSIRAWAS SUMATERA SELATAN
FEBRYANSAH, Dr. Djaka Marwasta, M.Si. ; Dr. Lutfi Muta'ali, M.T.
2015 | Tesis | S2 KependudukanPola baru transmigrasi di era otonomi daerah saat ini membuat program transmigrasi lebih selektif dalam menerima calon-calon transmigran karena pemerintah daerah berhak untuk menyetujui atau tidaknya para transmigran yang akan dikirim sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan di daerah tersebut. dengan menggunakan kerja sama antar daerah diharapkan dapat menghapus rumor yang dahulu sering terdengar bahwa transmigrasi memicu konflik karena kurangnya pemahaman masyarakat lokal akan program transmigrasi. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis tingkat daya terima masyarakat lokal terhadap transmigran, mengetahui keinginan masyarakat lokal terhadap transmigrasi di daerahnya, dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat daya terima masyarakat lokal terhadap transmigran Penelitian ini menggunakan metode survei dan analisis kuantitatif untuk analisis data nya. Sampel yang diambil adalah 150 Kepala rumah tangga penduduk lokal dari seluruh populasi yang berjumlah 1.232 KK rumah tangga penduduk lokal. Data yang digunakan dalam penelitian ini data primer. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel dependen tingkat daya terima masyarakat yang dapat dilihat dari interaksi yang terjadi antara masyarakat lokal dengan transmigran dan variabel independen yaitu umur, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, sosial ekonomi, serta persepsi dan kebijakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat daya terima masyarakat lokal terhadap transmigran berada pada kategori tinggi, dikarenakan masyarakat lokal percaya bahwa transmigran dapat membantu mereka keluar dari permasalahan dibidang perekonomian dan sarana prasarana saat ini, meningkatkan perekonomian, mendorong kemajuan desa, memicu pembangunan infrastruktur dan menciptakan budaya baru menjadi keinginan masyarakat lokal dengan kategori tinggi, faktor faktor yang mempengaruhi tingkat daya terima adalah umur, pendapatan serta persepsi dan kebijakan. Dalam pelaksanaan program transmigrasi sebaikanya, pihak KUPT beserta dinas transmigrasi setempat melakukan pengawasan yang ketat terhadap berlangsungnya program transmigrasi sehingga konflik konflik antara penduduk lokal dan transmigran dapat dihindari, pembagian hak milik atas tanah diharapkan dapat secepatnya dilakukan oleh pemerintah dengan berkoordinasi dengan perangkat desa, penerimaan transmigran kedepanya diharapkan pemerintah dapat lebih selektif dan transparan.
New pattern of transmigration in the era of regional autonomy currently make the transmigration program is more selective in accepting candidates Homesteader because local governments have the right to approve or not the Homesteader who will be sent according to the needs that are required in the area. by using the cooperation between regions is expected to remove the former often heard rumors that transmigration trigger conflict due to a lack of understanding of local communities will be transmigration program. This research was conducted to analyze the received power level of local communities against the Homesteader, knowing the wishes of the local people towards resettlement in the area, and analyze the factors that influence the level of local communities receive power against Homesteader This study used a survey method for sampling and quantitative analysis for its data analysis. Samples taken were 150 local head of the household population of the entire population of 1.232 households locals. The data used in this research is secondary data and primary data. The variables in this study consisted of the dependent variable level of acceptance of the community which can be seen from the interaction that occurs between local people and migrants and the independent variables such as age, education, occupation, income, socio-economic, as well as the perceptions and policies. The research results showed that local communities receive power level against the Homesteader is high, because the category in the local people believe that the Homesteader may help them out of the problems in the economy and the current infrastructure, boost the economy, encouraging progress village, triggered the development of infrastructure and create a new culture into the desire of local communities with a high category, factors affecting the level of resources received is age, income as well as perception and policy. In the implementation of a good idea, the transmigration program, along with the local transmigration office KUPT do watchful eye towards the transmigration program so that conflict conflict between locals and Homesteader be avoided, Division of property rights over land are expected to be immediately carried out by the Government with coordinating with the village, the acceptance of the Government's expected Homesteader can be more selective and transparent.
Kata Kunci : Program transmigrasi, interaksi sosial, tingkat daya terima masyarakat/transmigration programs, social interaction, the level of public acceptance