Laporkan Masalah

Pelatihan "Perlindungan Diri" Untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Guru Taman Kanak-Kanak Dalam Prevensi Kekerasan Seksual Anak

A.A.I. MIRA PRAMITYA, Dr. Ira Paramastri, M.Si.

2015 | Tesis | S2 Psikologi Profesi

Kekerasan seksual pada anak (KSA) merupakan suatu tindakan aktivitas seksual pada anak yang dilakukan dengan cara memaksa ataupun mengancam yang dilakukan oleh orang dewasa ataupun oleh anak sebayanya. Kekerasan seksual pada anak berdampak pada gangguan psikiatri/psikologis dan gaya hidup yang maladaptif. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu strategi prevensi primer agar kejadian ini tidak semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pelatihan "Perlindungan Diri" dalam meningkatkan keterampilan komunikasi Guru dalam prevensi KSA. Subjek pada penelitian ini merupakan dua puluh orang Guru diseleksi secara purposif. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan eksperimen kuasi the untreated control group design with dependent pretest and double posttest samples. Uji statistik menggunakan mixed design ANOVA. Alat ukur yang digunakan berupa Checklist Observasi Keterampilan Komunikasi dan Tes Pengetahuan Prevensi KSA. Hasil penelitian menunjukkan koefisien p = 0,001 (p<0,05) yang mengindikasikan ada perbedaan keterampilan komunikasi antara kelompok eksperimen dan kontrol. Disimpulkan bahwa pelatihan "Perlindungan Diri" dapat meningkatkan keterampilan komunikasi Guru dalam prevensi KSA.

Child sexual abuse (CSA) is an act of sexual activity in children which it's threatened by adults or by peers. The impact of CSA is psychiatric or psychological disorder for children and also maladaptive life style. Therefore, a primary prevention strategy is needed to decreasing more incidents. This study aims to determine the role of training "Perlindungan Diri" in improving communication skill in the context of prevention of CSA. This study used a quantitative method with quasi experimental design the untreated control group design with pretest and double posttest dependent samples. Statistical test used a mixed design ANOVA. Measuring instruments used in the form of a checklist observation of verbal and nonverbal communication skill and manipulation check knowledge. Twenty teachers were selected purposively. Result showed p= 0,001 (p<0,05), it means there were differences between experiment and control group. The conclusion is training of "Perlindungan Diri" could increase teacher's communication skill.

Kata Kunci : Kekerasan seksual pada anak, Pelatihan "Perlindungan Diri", Keterampilan Komunikasi Guru/ Child sexual abuse, "Perlindungan Diri" training, teacher's communication skill.

  1. S2-2015-356571-abstract.pdf  
  2. S2-2015-356571-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-356571-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-356571-title.pdf