PELEMBAGAAN PARTAI ACEH (Partai Lokal Eks Kombatan GAM) : Kegagalan Partai Aceh Dalam Mempertahankan Keutuhan Internal
ARDIANSYAH, Dra. Ratnawati, SU
2015 | Tesis | S2 Politik dan PemerintahanStudi ini ingin mengkaji tentang pelembagaan Partai Aceh yang berfokus terhadap pelembagaan aspek internal yakni pengelolaan faksionalisme internal Partai Aceh pada Pilkada tahun 2012 yang berdampak terhadap penurunan perolehan suara partai tersebut pada pemilu legislatif tahun 2014. Dilihat dari perspektif kelembagaan, instability perolehan suara yang dialami oleh Partai Aceh disebabkan oleh faksionalisme yang terjadi diinternal Partai Aceh yang berakhir dengan pembentukan partai local baru. Untuk mencapai tujuan penelitian tersebut, digunakan rangkaian kerangka teori pelembagaan aspek internal partai politik. Teori dimensi systemness oleh Vicky Randall dan Lars Svasand, yakni pelaksanaan fungsi-fungsi partai politik yang dilakukan menurut aturan, persyaratan, prosedur dan mekanisme yang disepakati dan ditetapkan oleh partai politik dalam AD/ART secara komprehensif. Teori koherensi oleh Basedau dan Stroh. Teori keutuhan internal oleh Larry Diamond dan Richard Gunther. Konsep keutuhan internal partai oleh IMD (Netherlands Institute for Multiparty Democracy). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang berupaya mengungkapkan fenomena melalui teknik obsevasi, studi pustaka dan wawancara mendalam (depth interview). Data-data yang didapatkan dari lapangan dianalisis secara interpretatif dan dijabarkan secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan berlandaskan parameter analisis yang digunakan, maka dapat diketahui bahwa derajat pelembagaan internal Partai Aceh masih sangat rendah. Partai Aceh berbeda dengan partai lain pada umumnya, Partai Aceh berangkat dari sebuah organisasi gerakan pemberontakan dengan cara kerja militeristik. Pengelolaan dan penyelenggaraan internal Partai Aceh belum modern seperti organisasi kepartaian pada umumnya. Partai Aceh sebagai sebuah lembaga tidak dapat mengelola faksionalisme yang terjadi diinternal partai. Partai Aceh tidak mempunyai mekanisme penguatan internal yang baik. Proses pelembagaan Partai Aceh sulit diwujudkan karena memiliki banyak hambatan dalam proses pengelolaan penyelenggaraan internal partainya, serta tidak adanya political will elit partai untuk melembagakan Partai Aceh seperti organisasi politik modern pada umumnya.
The study wanted to learn about the institutionalization of the Party Aceh, that focuses on the institutionalization of the internal aspects of the management of internal factionalism Aceh Party in the elections of 2012 that impact on reducing the party's number of votes in the legislative elections in 2014. Seen from an institutional perspective, the acquisition of voice instability experienced by the Party Aceh caused by factionalism happened diinternal Party Aceh ended with the formation of a new local party. To achieve the objectives of the study, used a series of internal aspects of the theoretical framework of the institutionalization of political parties. Systemness dimensional theory by Vicky Randall and Lars Svasand, the performance of the functions of political parties is done according to the rules, requirements, procedures and mechanisms agreed upon and defined by political parties in the AD/ART in a comprehensive manner. Coherence theory by Basedau and Stroh. Theory of internal integrity by Larry Diamond and Richard Gunther. The concept of the internal integrity of the party by IMD (Netherlands Institute for Multiparty Democracy). This study used a qualitative research method with a case study approach which seeks to reveal the phenomenon through the techniques of observation, library research and in-depth interviews (depth interview). The data obtained from the field and interpretative analyzed qualitatively described. Based on the results of research and analysis based on the parameters used, it can be seen that the degree of institutionalization of internal Party Aceh is still very low. Aceh Party differ with other parties in general, the Party Aceh stems from an insurgency movement organization with the workings of the militaristic. Management and internal organization of Party Aceh modern yet as the organization of the party in general. Party Aceh as an institution can not manage factionalism happened diinternal party. Party Aceh do not have a good mechanism for internal reinforcement. The process of institutionalization of Party Aceh difficult to realize because it has many obstacles in the process of managing the internal organization of the party, as well as the absence of political will to institutionalize the party elite Party Aceh as a modern political organization in general.
Kata Kunci : Pelembagaan, Partai Politik