Laporkan Masalah

CAMPUR KODE DAN ALIH KODE DALAM PERCAKAPAN SISWA TAMAN KANAK-KANAK 'AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL DI KECAMATAN WATES KABUPATEN KULON PROGO

DIAN KORPRIANING N, Sulistyowati, S.S., M.Hum.; Dra. Daru Winarti, M.Hum.

2015 | Skripsi | S1 SASTRA NUSANTARA

Pendidikan anak merupakan salah satu aspek penting untuk dikaji demi kemajuan bersama. Salah satu bentuk pendidikan anak adalah bagaimana mereka menggunakan dan menyikapi sebuah bahasa. Bahasa merupakan salah satu bagian penting dalam membentuk anak di masa depannya. Penelitian ini merupakan pengamatan penggunaan campur kode dan alih kode siswa TK ABA di Kecamatan Wates Kabupaten Kulon Progo. Campur kode dan alih kode merupakan fenomena kebahasaan yang terjadi karena pengaruh yang didapatkan siswa melalui pembelajaran, baik belajar dalam institusi pendidikan maupun belajar dari lingkungan sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara menggunakan gambar untuk mengetahui kemampuan bahasa yang mereka miliki, kemudian dianalisis dengan teori campur kode dan alih kode. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa siswa TK ABA di Kecamatan Wates Kabupaten Kulon Progo sering melakukan campur kode dan alih kode dari kode bahasa Indonesia maupun Inggris ke dalam kode bahasa Jawa. Hal tersebut ternyata tidak lepas dari pendidikan anak di sekolah maupun di lingkungan sekitar.

Kids education is one of important thing to research for enhancing of our nation. One of kids education concepts is how children use a language. Language is one of important aspects building the children in the future. This research aims to observe code mixing and code switching usage among students of TK ABA in Wates. Codemixing and codeswitching are language phenomena influenced by institutional education or social life. The method of this research uses personal interview between researcher and children by using simply picture that represents daily life. It is then analyzed by theory of code mixing and switch mixing. This research shows that students of TK ABA in Wates often use code mixing and codeswitching either bahasa Indonesia or English to Javanese language. The result is that all of phenomena are caused by their intitutional education and social life.

Kata Kunci : siswa TK ABA, campur kode dan alih kode, pengaruh lingkungan dalam penggunaan bahasa

  1. S1-2015-268120-abstract.pdf  
  2. S1-2015-268120-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-268120-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-268120-title.pdf