Laporkan Masalah

PERENCANAAN PRODUKSI AGREGAT PRODUK BAKSO DI PT KEPURUN PAWANA INDONESIA

LUVITA NUR AMALINA, Dr. Henry Yuliando, STP, MM. M.Agr

2015 | Tugas Akhir | D3 AGROINDUSTRI SV

ABSTRAK Perencanaan produksi agregat dibutuhkan oleh perusahaan agar dapat menggunakan sumber daya yang dimiliki secara optimal, melakukan kegiatan produksi pada tingkat efisien dan efektifitas yang tinggi dan menjual seluruh produk sesuai dengan permintaan pasar, sehingga perusahaan mendapat keuntungan dan memiliki daya saing yang tinggi. Maka dari itu untuk memenuhi tujuan tersebut dilakukan studi perencanaan agregat produk bakso pada PT Kepurun Pawana Indonesia sesuai dengan data penjualan bakso. Studi ini dimulai dengan meramalkan jumlah penjualan selama 12 periode kedepan dengan menggunakan data historis 24 periode sebelumnya menggunakan dua metode yang berbeda secara manual. Hasil permalan terbaik dipilih berdasarkan nilai MAD (Mean Absolute Deviation) dan MAPE (Mean Absolute Percentage Error) terendah yang kemudian digunakan sebagai input perencanaan agregat. Perencanaan produksi agregat dilakukan menggunakan Level Strategy dan Chase Stratey. Strategi perencanaan terbaik untuk diterapkan adalah strategi yang memiliki total biaya produksi terendah. Hasil perencanaan agregat yang paling sesuai untuk produksi bakso pada PT KPI adalah menggunakan Level Strategy dengan jumlah produksi rata-rata. Hal ini dikarenakan total biaya yang digunakan pada Level Strategy produksi rata-rata tersebut sebesar sebesar Rp15.463.200,00, lebih sedikit daripada biaya yang digunakan untuk Chase Stratey dengan total biaya Rp23.050.000,00 dan Level Strategy produksi minimum dengan biaya Rp16.386.000,00.

Aggregate production planning required by the company in order to use resources optimally, doing an efficient and effective production and sold all products according to the market demand, so the companies had more profit and high competitiveness. Therefore to meet the purpose of the study of aggregate planning on PT Kepurun Pawana Indonesia in accordance with sales data of meatballs. The study begins with forecasting the number of sales during 12 period the fore by using 24 period of previous historical data using two different methods manually. The best results of forecast selected based on the value of the MAD (Mean Absolute Deviation) and MAPE (Mean Absolute Percentage Error) which is the lowest used as the aggregate planning inputs. Aggregate production planning is carried out using aLevel Strategy and Chase Stratey. The best aggregate planning strategy to be applied is a strategy that has the lowest total cost of production. The most suitable method of aggregate planning of meatballs product in PT KPI is Level Strategy which using average production. This is because the total cost that used on a Level Strategy with average production is Rp 15.463.200,00, less than Chase Strategy’s total cost with Rp 23.050.000,00 and the Level Strategy with minimum production which cost Rp 16.386.000,00.

Kata Kunci : Perencanaan Agregat, Strategi Level, Strategi Chase, Peramalan, MAD, MSE

  1. D3-2015-336904-abstract.pdf  
  2. D3-2015-336904-bibliography.pdf  
  3. D3-2015-336904-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2015-336904-title.pdf