PENGARUH DESENTRALISASI FISKAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH DI INDONESIA, 2008 � 2012
ABDILLAH KHAMDANA, S, Eko Suwardi, M.Sc., Ph.D., CMA.
2015 | Tesis | S2 Ekonomika PembangunanOtonomi daerah dan desentralisasi fiskal bertujuan untuk menciptakan kemandirian daerah. Desentralisasi fiskal diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Sejak tahun 2001, Indonesia menjalankan kebijakan desentralisasi fiskal sebagai strategi untuk mempercepat pembangunan daerah. Pemerintah pusat memberikan dana perimbangan kepada pemerintah daerah dalam upaya untuk memacu pertumbuhan output daerah. Dana perimbangan pemerintah pusat terdiri atas dana bagi hasil dan dana alokasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh desentralisasi fiskal terhadap pertumbuhan ekonomi provinsi di Indonesia. Analisis desentralisasi fiskal menggunakan indikator pendapatan, indikator belanja, dan indikator otonomi serta menggunakan variabel pengendali yang terdiri dari pertumbuhan populasi, rasio investasi domestik terhadap PDRB, dan tingkat inflasi daerah. Studi ini menggunakan data panel 33 provinsi di Indonesia periode 2008 � 2012 dengan metode Random Effect Model (REM). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa desentralisasi fiskal tidak terbukti signifikan meningkatkan pertumbuhan ekonomi provinsi. Atas dasar hal tersebut, perlu adanya peninjauan kembali atas kebijakan fiskal daerah terkait perencanaan dan penganggaran serta penetapan skala prioritas pembangunan daerah. Dirasa perlu pula adanya upaya penguatan kapasitas dan kapabilitas aparatur daerah di bidang kebijakan fiskal dan kebijakan publik.
Autonomy and fiscal decentralization has aim to create the local government independence. Fiscal decentralization was proposed to make such contribution to provinces economic growth. Since 2001, Indonesia has implemented fiscal decentralization policy as one of strategies was taken to enhanced regional development. Federal government has give such equalization funds to local government to optimizing regional economic growth. This research aims to analyze the effect of fiscal decentralization to provinces economic growth in Indonesia. To analyze that, some indicator such revenue indicator, expenditure indicator, and autonomy indicator was used, and also control variable such population growth, ratio domestic investment to GRDP, and level of regional inflation. This research using panel data from 33 provinces in period 2008 � 2012 with Random Effect Model method. The result showed that fiscal decentralization significantly has no effect to enhance the regional economic growth. Based on that, all local government needs to review and take some evaluation of their fiscal policies especially on planning and budgeting, also determine the scale of priority of regional development. Local government should have take some action to promote their officials capacity and capability in public policy and fiscal policy.
Kata Kunci : desentralisasi fiskal, pertumbuhan ekonomi, pendapatan daerah, belanja daerah, otonomi daerah