Laporkan Masalah

PERANAN PETUGAS SOSIAL DALAM MENUMBUHKAN MOTIVASI KLIEN DI PANTI REHABILITASI NAPZA

MARTAN KISWOTO, DRS., Dr. Heru Nugroho

2015 | Tesis | S2 Sosiologi minat Kebijakan dan Kesejahteraan Sosial

Sebutan Yogyakarta sebagai kota pelajar, membawa konsekuensi tidak hanya memutar roda perekonomian masyarakat dalam menyediakan kebutuhan relajar dan mahasiswa, tetapi juga membawa bahwa kehidupan masyarakat diwarnai dengan permasalahan yang banyak disandang relajar dan mahasiswa. Salah satu sisi kehidupan yang akhir-akhir ini mendapat perhatian dari berbagai kalangan, karena banyaknya pelajar dan mahasiswa yang terjerat narkotika dan zat adiktif lainnya. Penyalahgunaan napza dapat menyebabkan ketergantungan dan dapat merusak syarat, bahkan dapat mengakibatkan kematian. Penyalahgunaan napza kecenderungannya mengalami kenaikan dari tahun ke tahun, sehingga perlu ada upaya untuk mengurangi ketergantungan penyalahgunaan napza. Di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, pada jumlah kasus napza yang sampai ke pengadilan dalam tahun 2001 sebanyak 103 kasus napza, dan 97 di antaranya dilimpahkan ke pengadilan. Sementara di tahun2002, dari sejumlah 105 perkara pidana napza yang ada, sebanyak 102 di antaranya dilimpahkan ke pengadilan. Hal ini menunjukkan bahwa penyalahgunaan napza cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Lebih-lebih jira dilihat usia penderita ketergantungan napza antara 19-39 tahun, saat sesorang memasuki usia produktif. Upaya konkrit yang dilakukan untuk mengatasi ketergantungan terhadap napza dilakukan dengan rahabilitasi di Panti Pemuda Pamardi Putera "Sehat Mandiri" dengan menggunakan metode therapeutic community, yaitu dengan menitikberatkan keterlibatan lingkungan sosial penderita ketergantungan napza. Rehablitasi yang dilakukan dengan metode ini melibatkan lingkungan sosial penderita ketergantungan napza, baik keluarga, teman sebaya serta dengan bimbingan petugas sosial yang ada di panti. Dengan mengatur dan memberikan bimbingan kepada penderita ketergantungan napza ini, maka petugas sosial di panti rehabilitasi mempunyai intensitas kontak yang tinggi dengan penderita ketergantungan napza. Dalam rehabilitasi penderita ketergantungan napza, Panti Sosial Pamardi Putera menerapkan ketentuan bahwa seluruh penghuni panti merupakan satu keluarga, sehingga norma-norma yang diberlakukan sebagaimana norma keluarga pada umumnya. Disamping itu juga diterapkan norma bahwa sesama ponederita ketergantungan napza merupakan teman sebaya dengan maksud agar tumbuh rasa saling menghargai. Juga penerapan sistem nilai yang diciptakan diarahkan untuk mendukung recovery kesehatan fisik dan mental penderita ketergantungan napza dalam bentuk kegiatan olah raga, bimbingan sosial maupun kegiatan spiritual. Setelah penerapan tersebut dilakukan penerapan konsep peran, agar seluruh nilai-nilai sosial yang berlaku juga menjadi norma yang diikuti dan dicontoh seluruh penghuni panti. Dari bimbingan yang dilakukan secara terus menerus inilah maka peranan petugas sosial dapat dilihat perananya dalam menumbuhkan motivasi bagi penderita ketergantungan napza. Dari penelitian yang dilakukan penulis, dapat disimpulkan bahwa petugas sosial mempunyai peranan yang significan dalam menumbuhkan motivasi bagi peserta rehabilitasi dalam upaya menghilangkan ketergantungan terhadap napza

Known as city of education, Yogyakarta not only rotating the wheel of economy in case of fulfilling the students need, but also bring some problems into society. One of the problems, that get much of attention nowadays, is the fact that the number of students addicted to drugs is increased. Drugs misuse can caused addiction, nerve damage, even death. It has been grown rapidly by years, so that it needs effort to decrease the drugs abuse. In Daerah Istimewa Yogyakarta, there are 103 cases related to drugs abuse had brought to the court on 2001. A year after, from 105 cases of drugs abuse, 102 of them had brought to the court. These facts indicated that drugs abuse has been increased lately. Moreover, most of the drugs addicts are at the productive age (19 - 39 years). An effort against drug addictive has been done at Panti Pemuda Pamardi Putera "Sehat Mandiri", by using therapeutic community method. An effort against drug addictive has been done at Panti Pemuda Pamardi Putera "Sehat Mandiri", by using therapeutic community method. This method involving society where the patient lives, including family, friends, and also guide from panti. By helping to arrange and giving guidance, the guide will having high intensity of contact with the patient. On the rehab program, Panti Sosial Pamardi Putera "Sehat Mandiri" set a condition where all of the occupants are a family, so the norm applied at the Panti is just like usual family norm. Besides, between the patients also applied norm that they are friends, so that they can respect each other. The application of value system that was built, also directed to support physical and mental health recovery of the patient through sport, social guidance, and spiritual activities. After that, the role concept applied so that all of the social value also became norm followed and imitated by the panti's occupants. From the Writer's research, it can be concluded that social officer have such a significant role on growing the rehab patient's motivation up, in help of reducing addictive to drugs.

Kata Kunci : motivation, rehabalitasi panti.

  1. S2-2015-227225-abstract.pdf  
  2. S2-2015-227225-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-227225-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-227225-title.pdf