Variasi Fenotip dan Kekerabatan Fenetik Klon Kakao (Theobroma cacao L.) Dari Palu, Sulawesi Tengah
RARASTYAN ARUM WIDYASARY, Dr. Ratna Susandarini, M.Sc.
2015 | Tesis | S2 BiologiKakao berperan sebagai salah satu komoditas perkebunan yang penting bagi perekonomian Indonesia, dikarenakan potensi kakao dalam penyediaan lapangankerja dan penghasil devisa melalui kegiatan ekspor. Indonesia menduduki urutan ketiga dalam produksi kakao dunia setelah Pantai Gading dan Ghana. Sulawesi merupakan daerah awal budidaya kakao di Indonesia. Saat ini Sulawesi Tengah merupakan daerah penghasil kakao terbesar di Indonesia. Perkebunan kakao rakyat di Kecamatan Sigibiromaru, Palolo, Parigi Selatan, dan Sausu merupakan daerah sentra produksi kakao di Sulawesi Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi fenotip antar klon kakao berdasarkan karakter morfologis dan mengetahui kekerabatan fenetik antar klon kakao berdasarkan karakter morfologis dan profil RAPD. Analisis morfologis dilakukan terhadap 19 klon kakao, yaitu ICCRI 1, ICCRI 3, ICCRI 4, Lokal Sidondo, Panter, Irian, Hibrida, M 01, Sulawesi 1, Sulawesi 2, ICS 60, Lokal Palolo, Lokal Bobo, M 045, M 05, 45, Lokal Merah, Lokal Hijau, dan 06. Hasil pengamatan dan pengukuran terhadap sampel dari 19 klon menunjukkan adanya variasi pada daun, buah dan bijinya. Buah merupakan organ yang memiliki variabilitas paling tinggi. Berdasarkan hasil analisis klaster terhadap karakter morfologis diperoleh adanya 2 kelompok. Kelompok I terdiri dari ICS 60, Lokal Palolo, ICCRI 4 dan ICCRI 3. Kelompok II terdiri dari klon M 01, 45, M 05, Sulawesi 2, Sulawesi 1, Hibrida, M 045, Panter, Lokal Bobo, Lokal Merah, Irian, 06, Lokal Sidondo, Lokal Hijau, dan ICCRI 1. Hubungan kekerabatan fenetik terdekat berdasarkan karakter morfologisnya adalah antara Sulawesi 2 dan Sulawesi 1 dengan koefisien kemiripan sebesar 0,972. Analisis molekular dilakukan terhadap 10 klon kakao, yaitu ICCRI 1, ICCRI 3, 45, Lokal Hijau, 06, Sulawesi 1, Sulawesi 2, Lokal Palolo, Lokal Bobo, dan M 045 dengan menggunakan 12 macam primer RAPD. Berdasarkan analisis klaster dari profil RAPD diperoleh 2 kelompok. Kelompok I terdiri dari klon M 045, Lokal Bobo, Lokal Palolo, Sulawesi 1 (S1), Sulawesi 2 (S2), dan 06. Kelompok II terdiri dari klon Lokal Hijau, 45, ICCRI 3, dan ICCRI 1. Hubungan kekerabatan fenetik terdekat berdasarkan profil RAPD adalah antara Sulawesi 2 dan 06 dengan koefisien kemiripan sebesar 0,949.
Cacao is one of the important horticultural commodities in Indonesian economy, especially in the provision of employment and foreign exchange through exports. Indonesia ranks third in the world production of cacao after Ivory Coast and Ghana. Sulawesi is the initial area of cacao cultivation in Indonesia, and particularly Central Sulawesi is being Indonesia's largest cacao producer area. Cacao plantations managed by local communities in the District of Sigibiromaru, Palolo, South Parigi and Sausu. Those areas are centers of cacao production in Central Sulawesi. The purpose of this research was to determine the phenotypic variation between clones of cacao based on morphological characacters, and to know the phenetic relationship between the cacao clones based on the morphological characters and RAPD profiles. Morphological analysis was performed on 19 clones of cacao, ie ICCRI 1, ICCRI 3, ICCRI 4, Local Sidondo, Panter, Irian, Hybrids, M 01, Sulawesi 1, Sulawesi 2, ICS 60, Local Palolo, Local Bobo, M 045, M 05, 45, Local Red, Local Green, and 06. The result of the observation and measurement to 19 clones showed variation in the leaves, fruits and seeds. Fruit is an organ that has the highest variability. Based on the results of cluster analysis of morphological characters was obtained two groups. Group I consisted of ICS 60, Local Palolo, ICCRI 4, and ICCRI 3. Group II consisted of clones M 01, 45, M 05, Sulawesi 2, Sulawesi 1, Hibrida, M 045, Panter, Local Bobo, Local Red, Irian, 06, Local Sidondo, Local Green, and ICCRI 1. The closest phenetic relationship based on morphological characters is between Sulawesi 2 and Sulawesi 1, with a similarity coefficient of 0.972. Molecular analysis was performed on 10 clones of cocoa, ie ICCRI 1, ICCRI 3, 45, Local Green, 06, Sulawesi 1, Sulawesi 2, Local Palolo, Local Bobo, and M 045 by using 12 primers of RAPD. Based on cluster analysis of the RAPD profiles obtained two groups. Group I consisted of clones M 045, Local Bobo, Local Palolo, Sulawesi 1 (S1), Sulawesi 2 (S2), and 06. Group II consisted of clones Local Green, 45, ICCRI 3, and ICCRI 1. The closest phenetic relationship based on RAPD profile is between Sulawesi 2 and 06 with a similarity coefficient of 0.949.
Kata Kunci : cacao, morphology, phenetic relationship, RAPD profile