HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN DEPRESI PADA PASIEN HIV/AIDS DI KLINIK EDELWEIS RSUP. DR. SARDJITO YOGYAKARTA
DINISA DIAH WINARI, Dr.dr.Carla R. Marchira, Sp.KJ(K); dr.Irwan Supriyanto, PhD
2015 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTERLatar belakang: Prevalensi penderita HIV/AIDS yang hidup di Indonesia mengalami tren peningkatan. Depresi merupakan gangguan psikiatrik yang paling sering terjadi pada penderita HIV. Pendidikan telah lama dihubungkan dengan faktor psikososial yang dapat mempengaruhi kejadian depresi pada seorang individu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan dengan depresi pada pasien HIV/AIDS, khususnya di Poliklinik Edelweis RSUP. DR. Sardjito Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik cross sectional study dengan menggunakan data wawancara dan kuesioner dari pasien HIV/AIDS yang dirawat di Klinik Edelweis RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Analisis data menggunakan analisis data univariat dan bivariat. Hasil: Hasil uji statistik didapatkan bahwa nilai p-value hubungan tingkat pendidikan dengan depresi adalah p=0,971 atau nilai p>0,05 yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna secara statistika antara perilaku tingkat pendidikan dengan depresi. Prevalensi depresi pada penderita HIV/AIDS pada penelitian ini adalah tinggi (39,13%). Kelompok pendidikan tinggi (lebih tinggi dari SMP/sederajat) menjadi mendominasi sejumlah 71,30%. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pendidikan dengan depresi pada penderita HIV/AIDS di Klinik Edelweis RSUP Dr. Sardjito.
Background: The prevalence of HIV / AIDS patients living in Indonesia experienced a rising trend. Depression is the most common psychiatric disorder in people with HIV. Education has long been associated with psychosocial factors that may affect the incidence of depression in an individual. Objective: This study aims to understand the relationship between educational level and depression of patients with HIV/AIDS in Edelweiss Clinic Dr. Sardjito Hospital, Yogyakarta. Methods: This study was an analytic of cross sectional study. The data collection was obtained from interviews and questionnaires of the patients with HIV/AIDS in Edelweiss Clinic Dr. Sardjito Hospital, Yogyakarta. Data will be analyzed using univariate and bivariate analysis. Results: The Statistical test result showed that the p-value from the relationship of educational level with depression was 0,971 or p-value > 0.05 which indicates that the relationship between educational level with depression was not statistically significant. The prevalence of depression in patients with HIV/AIDS was high (39,13%). Higher education (higher than junior high school / equivalent to 9 years formal education) dominate the population (71.30%). Conclusion: There was no significant relationship between educational level and depression of the patients with HIV/AIDS in Edelweiss Clinic Dr. Sardjito Hospital, Yogyakarata.
Kata Kunci : Tingkat pendidikan, depresi, penderita HIV/AIDS, Educational level, depression, people with HIV/AIDS