Laporkan Masalah

ANALISIS SPASIAL HUBUNGAN TINGKAT KEKRITISAN LAHAN DENGAN TINGKAT KEMISIKANAN PENDUDUK DI SUB DAS GLAGAH

WURYANTO, S. SI, Dr. Sudrajat, M.P.

2015 | Tesis | S2 Geografi

Sub DAS Glagah adalah bagian DAS Bogowonto yang terletak di Kabupaten Purworejo. Maksud penulisan tentang Analisis Spasial hubungan tingkat kekritisan lahan dengan tingkat Kemiskinan penduduk adalah mengetahui hubungan tingkat kekritisan DAS dan tingkat Kemiskinan penduduk di Sub DAS Glagah. Adapun tujuannnya adalah mengetahui sebaran keruangan mengenai tingkat kekritisan lahan Sub DAS Glagah dan tingkat kemiskinan penduduk dan Mengevaluasi tingkat kekritisan Sub DAS Glagah dan hubungannya dengan tingkat kemiskinan penduduk. Metode penelitian yang dilakukan untuk analisa lahan kritis adalah berdasarkan atas Peraturan Dirjen Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial No. P.4/V-SET/2013, tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Data Spasial Lahan Kritis. Pada dasarnya teknik yang digunakan dalam analisa keruangan (spatial analysis) adalah dengan metoda overlay/tumpang susun dan pengecekan/survey langsung di lapangan. Sebaran tingkat kekritisan lahan di daerah penelitian adalah tidak kritis (1532,04 ha), potensial kritis (3986,11 ha), agak kritis (1015,75 ha) dan wilayah termasuk lahan kritis (6,37 ha), adalah Kecamatan Bener dengan total luas 30,95 hektar tersebar di Desa Benowo (27,09 ha) dan Kalitapas (3,861 ha), dan Kecamatan Kaligesing (3,183 ha), terletak di Desa Tlogobulu (3,183 ha) dan Tingkat kemiskinan penduduk sangat tinggi di wilayah penelitian terdapat di Kemejing 260 KK (78,31%), Mudalrejo 215 KK (34,62%), dan Tepansari 181 KK (44,80%). Faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kekritisan lahan di daerah penelitian yaitu Desa Benowo, Kalitapas dan Tlogobulu adalah kemiringan lereng sangat terjal dan tingkat bahaya erosi termasuk sangat berat. Sebaran lahan kritis tersebut terdapat pada satuan bentuklahan puncak pegunungan batuan andesit (S4) dan perbukitan terkikis berbatuan andesit (S8). Tingkat Kemiskinan yang sangat tinggi di Desa Mudalrejo, Kemejing dan Tepansari yang termasuk dalam wilayah Kecamatan Loano dan tingkat kekritisan lahan termasuk dalam kategori potensial kritis, hal tersebut menunjukkan bahwa kekritisan lahan di Sub DAS Glagah tidak dipengaruhi oleh tingkat kemiskinan penduduk. Lahan kritis di Sub DAS Glagah yang disebabkan oleh tingkat bahaya erosi sangat berat dan kemiringan lereng sangat terjal perlu adanya tindakan konservasi dengan teknik agroforesty (silvopastural).

Glagah Sub-Watershed is part Bogowonto watershed located in Purworejo, Regency. Intention of writing about the relationship Spatial Analysis criticality land level with local people's poverty rate is the critical level of watersheds determine the relationship and the level of poverty in Sub-watershed Glagah. The aim is to know about the spatial distribution of the land critical level and poverty in sub-watersheds Glagah and evaluate land level of critical subzone Glagah and its relationship with the population poverty level. Research methodology for critical area analysis is based on Regulation Director General of Watershed Management and Social Forestry No. P.4 / V-SET / 2013 on Technical Guidelines for Preparation of Spatial Data Wasteland. Basically, the techniques used in spatial analysis is the overlay method or overlaying and checks or direct surveys in the field. The distribution of the critical level of land in the study area is not critical (1532.04 ha), the critical potential (3986.11 ha), somewhat critical (1015.75 ha) and areas including critical land (6.37 ha), is the District Bener with total area of 30.95 hectares spread in the village Benowo (27.09 ha) and Kalitapas (3.861 ha), and the District Kaligesing (3.183 ha), located in the village Tlogobulu (3.183 ha) and a very high level of poverty population in the study area are in Kemejing 260 households (78.31%), Mudalrejo 215 households (34.62%), and Tepansari 181 households (44.80%). Factors that influence the degree of criticality of land in the study area is the village Benowo, Kalitapas and Tlogobulu is very steep slope and erosion hazard level, including very heavy. Distribution of degraded land are included on the mountain peak landform units andesite (S4) and eroded rocky hills andesite (S8). Poverty levels are very high in the village Mudalrejo, Kemejing and Tepansari are included in the District Loano and the critical level of land included in the category of critical potential, it shows that the criticality of land in the subzone Glagah not affected by poverty level. Critical land in subzone Glagah caused by severe erosion hazard level and the slope is very steep need for conservation action with agroforesty technique (silvopastural).

Kata Kunci : Analisis keruangan, Kekritisan Lahan, dan Kemiskinan Penduduk

  1. S2-2015-240913-abstract.pdf  
  2. S2-2015-240913-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-240913-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-240913-title.pdf