Laporkan Masalah

Kajian Kebijakan Pertahan Indonesia Terhadap Keamanan Maritim Di Era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

CAESAR ARDIAN OKTAWA, Titik Firawati, MA

2015 | Tesis | S2 Ilmu Hubungan Internasional

ABSTRAKSI Karya ini ditujukan untuk melihat sejauh mana keamanan maritim menjadi perhatian dari rezim pemerintahan yang ada di Indonesia. Adapun fokus utama dari karya ini ialah menyangkut kebijakan pertahanan di Indonesia terutama pada rezim Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Situasi keamanan maritim yang berkembang pada masa tersebut dianggap rawan karena banyaknya angka-angka pelanggaran yang dilakukan oleh aktor-aktor dari luar negara. Indonesia sebagai negara maritim dan kepulauan seharusnya memiliki pertahanan yang tidak mudah untuk dilanggar, namun pada kenyataannya berbeda. Sistem pertahanan maritim di Indonesia masih lemah terutama dalam hal persenjataan. Dengan melihat fenomena di atas, maka pokok kajian pendukung yang kemudian diambil ialah mengenai alokasi anggaran pertahanan terhadap bidang kemaritiman. Dari alokasi anggaran pertahanan dan program modernisasi TNI pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, maka nantinya dapat disimpulkan ada tidaknya perubahan terhadap kebijakan pertahanan menyangkut persoalan pertahanan maritim. Dalam menjalankan penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan bersumber pada data-data sekunder dan studi pustaka. Beberapa dari karya ilmiah yang dianggap relevan terhadap topik yang diangkat kemudian dijadikan sumber referensi. Selain itu, data anggaran pertahanan dari zaman Orde Baru hingga era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono disajikan serta dianalisa dengan perbandingan dan teori yang telah dipilih untuk melihat ada tidaknya pola perubahan orientasi kebijakan pertahanan terhadap sektor maritim. Data tentang pertahanan negara lain juga diambil sebagai penguat ide penelitian tentang pentingnya pertahanan maritim bagi satu negara dalam era sekarang.

ABSTRACT This work is aim to know the attention of the maritime security on defense policy in Indonesia, especially from President Susilo Bambang Yudhoyono regime. Maritime security situation that developed at that time considered to be vulnerable due to the large numbers of violations committed by actors from outside the country. Indonesia as a maritime and archipelago country should have a taft maritime defense that is not easy to intruded but the reality is different. On the other hand, system of maritime defense in Indonesia is still weak, especially in terms of weaponry. According to the phenomenon above, the sector of defense policy that highlighted is about the allocation of defense military budget. From the budget allocation of defense and military modernization program in the era of President Susilo Bambang Yudhoyono, this work can conclude whether there are changes to the defense policies regarding maritime defense issues. In carrying out this study, the authors used a qualitative method, referring to secondary data and literature. Some of the scientific works that is considered to be relevant to the topic used as reference. Additionally, the defense budget datas from the New Order regime to the era of President Susilo Bambang Yudhoyono presented and analyzed then by comparison and theories to see whether there is a pattern of changes in defense policy towards the maritime sector. Data on the other states national defense also used to strengthen the mindset in view the importance of the development of maritime defense.

Kata Kunci : Pertahanan Maritim, Kebijakan Pertahanan, Anggaran Pertahanan, Prioritas Kebijakan, MEF.

  1. S2-2015-359473-bibliography.pdf  
  2. S2-2015-359473-title.pdf