Laporkan Masalah

"DARI ORANG LAIN, MENJADI HUBUNGAN PERSONAL" (Membaca Relaksi Pemilik dan Penyewa Kamar Kost Dalam Akses Ruang Tinggal Di Yogyakarta)

DIAZ RESTU DARMAWAN, Dr. Setiadi, M.Si.

2015 | Tesis | S2 ILMU ANTROPOLOGI

Pengalaman pertama kali tinggal di Yogyakarta dalam lingkungan rumah kost, membawa perbincangan yang menarik. Tidak seperti penelitian pada umumnya yang menyatakan relasi anak kost dan pemilik kost hanya dipengaruhi faktor ekonomi semata, tetapi muncul bentuk relasi lain yang mengikat tanpa memposisikan sebagai penyewa dan pemilik melainkan sebagai satu keluarga yang sama. Salah satunya kebutuhan beradaptasi dengan lingkungan baru yang membuat pemilik rumah membuka usaha kost. Dengan menjadikan rumah tinggalnya menjadi kost-kost, hubungan diantara sesama penghuni tidak bisa terelakkan. Pada awalnya bentuk hubungan yang muncul seimbang, sebagai pemilik kamar kost dan penyewa kamar kost. Kedua pihak saling membutuhkan satu sama lain untuk saling memenuhi kebutuhan, kebutuhan tempat tinggal dan kebutuhan ekonomi yang terbungkus dalam satu tujuan untuk hidup secara kelompok untuk mendapatkan ruang tinggal yang nyaman dan aman. Lingkungan yang terbangun terkadang dapat menjadi pengikat bagi para penyewa yang enggan untuk pindah ke wilayah yang lebih sepada, baik dari segi harga maupun fasilitas. Ketergantungannya pada lingkungan baru menjadikan posisinya tidak seimbang lagi dengan pemilik rumah, sehingga muncul bentuk hubungan ketergantungan yang sangat menjaga hubunganya dengan pemilik rumah agar mendapatkan ijin untuk tinggal. Kamar kost sendiri merupakan sumber daya yang menyebabkan relasi timbal balik penghuni kost terjadi. Kamar kost yang dibangun pemilik rumah memberikan pengaruh kepada tatanan ruang tinggal rumah tinggal masyarakat Jawa. Salah satunya menggeserkan ruang-ruang privat menjadi publik. Muncul bentuk ketidakseimbangan antara wilayah yang bisa diakses oleh anak kost terhadap wilayah-wilayah para pemilik kost. Rumah kost merupakan dinamika rumah masyarakat Jawa yang modern. Keberadaan orang asing dalam lingkungan rumah dibutuhkan dan mendapatkan ijin akses untuk masuk ke lingkungan rumah yang umumnya lebih bersifat tertutup dari orang lain. Seakan terasa membangun keluarga baru tanpa ikatan darah maupun jaringan kekerabatan yang dekat. Rasa saling percaya, sungkan dan menghormati menjadi pondasi hubungan sesama penghuni, antara pemilik dan penyewa kamar kost.

First time live in Yogyakarta around the rent room bring the interesting discussion. In general, the studies suggest that relation between the roomer and the room owner only affected by economic factors. In fact, other relation form appear that binding without positioning as a roomer and a room owner, but as a same family. One of adaptation needed to the new environtment makes the room owner open a rent room business. The people who made their home became the rent rooms can not release relation between the entire household. At first, relation form is balance between the roomer and the room owner. Both sides need each other to get their needs, that is: living needs and economic needs, which there is one purpose for living in groups and get a comfortable and safe place to stay. An environtment sometimes can be binder for the roomers who do not want to move to the more commensurate, both in terms of price or facilities. Their dependence to the new environtment make their position is not balanced with the room owner. Its makes a dependence relation form that keeping their relation with the room owner to getting permission to stay. A rent room is a resource that makes reciprocal relation between the roomers. A rent room that built by the room owner giving some impacts to the space structure of Javanese house. One of it is change the private rooms to public rooms. There is not balanced form between the area that accessible by the roomers to the areas the room owner. A rent room is dynamics of the Javanese modern house. The foreigners in the house are needed and getting permission to enter the house which more closed from the other people. It is feel to makes a new family without the blood ties and the close kinship. The foundation of the relation between the roomers and the room owner is formed by trust, hesitate, and mutual respect each other.

Kata Kunci : Rumah Kost, Relasi, Patronanse, Ruang Tinggal

  1. S2-2015-353806-abstract.pdf  
  2. S2-2015-353806-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-353806-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-353806-title.pdf