Laporkan Masalah

PENGEMBANGAN KONSEP IGYA SER HANJOP DALAM RANCANG BANGUN PENGELOLAAN HUTAN CAGAR ALAM PEGUNUNGAN ARFAK PAPUA BARAT

SUSAN TRIDA SALOSA, Prof.Dr.Ir. San Afri Awang, M.Sc.;Dr.Priyono Suryanto, S.Hut.,M.P;Dr.Ir. Ris Hadi Purwanto, M.Agr.Sc.

2015 | Disertasi | S3 Ilmu Kehutanan

Masyarakat suku Hatam adalah salah satu suku dari suku besar Arfak yang hidup di dalam dan sekitar hutan Pegunungan Arfak. Hutan Pegunungan Arfak kemudian ditetapkan sebagai Cagar Alam (CA) karena kekayaan keanekaragaman hayati yang ada. Lebih dari 2.770 jenis anggrek (Dendrobium arfakianus), rhododendron dan 333 jenis burung, 110 jenis mamalia termasuk kekayaan jenis kupu-kupu sayap burung Ornithopera sp ditemukan di sana. Hutan telah menjadi bagian dari kehidupan mereka sejak lama dan masyarakat Hatam telah memiliki kearifan lokal dalam pemanfaatan lahan dan hutan. Guna menjaga kelestarian CA maka LSM dan pemerintah menginisiasi konsep konservasi yang menggunakan bahasa lokal masyarakat yakni konsep igya ser hanjop artinya berdiri menjaga batas. Peraturan CA melarang pemanfaatan hutan kecuali untuk kegiatan budidaya. Namun, masyarakat dapat mengambil jenis tertentu bila mendapat ijin dari kepala suku. Konsep igya ser hanjop diharapkan dapat memberi peluang pemanfatan hutan yang lebih baik sekaligus menjaga kelestarian CA. Penelitian ini bertujuan untuk merancang konsep pengelolaan hutan CA Pegunungan Arfak yang lestari berbasis nilai budaya, igya ser hanjop dan hukum positif pemerintah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dimana data dikumpulkan melalui wawancara, observasi lapangan dan studi litteratur. Data kemudian dianalisis secara deskriptif dan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status hutan sebagai CA berpengaruh terhadap proses pemanfaatan hutan oleh masyarakat Hatam sebagai pemilik ulayat. Usulan pengubahan CA menjadi Taman Nasional atau CA modifikasi memungkinkan pemanfaatan yang lebih baik oleh masyarakat Hatam terutama dengan didukung oleh konsep igya ser hanjop. Ada tiga skenario yang diusulkan bagi pemanfaatan hutan yang lebih baik di masa mendatang yakni skenario (1) Perubahan CA ke Taman Nasional (TN) dengan memadukan sistem zonasi dan konsep igya ser hanjop. (2) CA Modifikasi dengan penguatan susti, nimahamti dan penguatan kembali nilai-nilai bahamti dan tumti; skenario (3) membuat CA konvensional dengan penguatan susti dan nimahamti.

Community of Hatam tribe is one of Arfak tribes living within and around Arfak mountains. Forest of Arfak mountains was assigned as natural reserve because of its biodiversity richness. More than 2.770 species of orchid including Dendrobium arfakianus, rhododendrons and 333 species of birds, 110 species of mammals and butterflies of Arfak, Ornithoptera sp were found there. Forest has become Hatams life since long time ago where they have applied their local wisdom on land and forest utilization. In order to maintain natural reserves sustainability, NGO and government ellaborated a conservation concept based on local language named Igya ser hanjop meant safe the border. On the other hand, Policy of CA bans forest utilizations except silviculture activity. However, Hatam people are allowed to harvest woods or anything after getting a chieftain permit. Thus, Igya ser hanjop concept is expected to be a chance to a better forest utilization but also maintaining forest sustainability. The research was aimed to formulate mountain Arfak natural reserves management concept based on culture, igya ser hanjop, and positive laws of government. This research used qualitative descriptive method which data were collected though interviews, field observation and literature study. Data was continually analized descriptively and SWOT. The result of the research showed that forest status as a natural reserve affects forest utilization process by Hatam community. Proposing of changing status from natural reserve to national park or modificated natural reserve provides possibilities to better utilization by Hatam community supported by igya ser hanjop concept. There are three proposed scenarios: (1) changing natural reserve to national park by combining zoning system and igya ser hanjop concept, (2) modificating natural reserve by empowering susti, nimahamti including bahamti and tumti,, (3) maintaining convensional natural reserve by empowering susti and nimahamti.

Kata Kunci : CA Pegunungan Arfak, Hatam, Igya ser hanjop, skenario