PEMUDA DAN PARTAI POLITIK (Studi mengenai latar belakang dan strategi anak muda untuk bertahan serta membangun karir politik di dalam partai PDI-P dan PKB pada Pemilu Legislatif 2014)
NANDA HARDA P.M., Dr. M. Najib Azca, M.A.
2015 | Tesis | S2 SosiologiHubungan antara anak muda dan partai politik saling membutuhkan satu sama lain. Partai memerlukan anak muda dalam proses regenerasi sekaligus pengumpul suara dan massa. Sementara anak muda membutuhkan partai politik sebagai wadah berekspresi sekaligus meningkatkan karir politik mereka di masa depan. Oleh sebab itu tidak sedikit pula anak muda yang berpartisipasi dengan cara bergabung langsung di partai politik. Mereka berusaha untuk membangun trajektori fase perjalanan hidupnya dengan bergabung di partai. Begitu pula yang terjadi di Kota Malang, dimana dua partai besar yakni PDI-P dan PKB memiliki beberapa kader muda yang berpartisipasi langsung di dalamnya. Tujuan penelitian kali ini untuk melihat latar belakang anak muda bergabung di PDI-P dan PKB. Selain itu juga melihat strategi yang mereka gunakan selama kampanye pemilu legislatif 2014 sebagai bagian wujud pertahanan mereka di partai. Dalam penelitian ini juga berusaha mengkaji sisi lain dalam partai yakni kuasa simbolik yang terdapat dalam tubuh partai baik PDI-P maupun PKB kepada kader-kader muda. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan biografis untuk melihat fenomena tersebut. Melalui pendekatan biografis diharapkan dapat membedah dan menganalisa narasi perjalanan kader muda PDI-P dan PKB selama berpartisipasi dan mengikuti pemilu legislatif 2014. Selain itu melalui penggunaan metode ini juga diharapkan dapat membedah situasi dinamika kehidupan kader muda dengan lingkungan sosial di sekitarnya. Penelitian yang mengambil 8 orang informan utama ini berusaha untuk menelaah narasi yang diceritakan oleh kader-kader muda dengan menggunakan konsep strategi Pierre Bourdieu. Berdasarkan data yang diolah dari narasi para informan didapatkan strategi yang berbeda beda untuk bertahan ataupun meraih posisi di PDI-P dan PKB. Data narasi yang dijabarkan oleh para informan ditelaah menggunakan konsep modal, habitus, dan ranah dalam melihat strategi mereka selama masa pemilu legislatif 2014. Selain melihat strategi yang kader muda gunakan di PDI-P dan PKB, juga didapatkan data bagaimana mereka berada dalam kuasa simbolik kader dan elit senior yang dominan di partai. Posisi anak muda yang relatif rendah membuat mereka hanya menjadi sekedar penggembira yang diberdayakan untuk mengumpulkan suara partai. Para kader muda tersebut seakan mengalami kekerasan simbolik di tengah keinginan dan strategi mereka untuk tetap bertahan sekaligus memantapkan posisi di partai, baik PDI-P maupun PKB.
The relationship between political parties and youth is need each other. Political party needs youth as a regeneration proccess and also as mass collector in our society. Likewise with youth who need political party as expression intrument and also to improve their political career in the future. So there are some youth who participate into political world joined the party. They try to build and develop their life trajectory by joined the political party. That circumstances also happen in Malang, where there are two big parties like PDI-P and PKB which have many young member. This research presents naratives background some youth who was joined into PDI-P and PKB. I also try to see strategies which youth used when legislative election 2014. There is another aspect that youth in political party are under domination of elite whose older than them. So, this research also want to see about symbolic violance on youth by the elder or political party elites. Using qualitative method with biographical approach, this research try to explore and study about naration from young people who joined PDI-P and also PKB. With this method, I also try to watch and explore this phenomenon from the strucuture and agent simultaneously, especially how youth and their environment around them. This research have 8 key informants to explore use Bourdieu concept about social practice. From the data that I obtained from the informants, i have got some narrative strategy that is different to survive or reach a position in the PDI-P and PKB. Narrative data's which described by informants analyzed using the concept of capital, habitus, and field to watch and explore their strategy during the 2014 legislative elections. In addition to seeing the youth strategies used in the PDI-P and PKB, I also obtained data that there is a symbolic power of an elite cadre and senior which dominant on party. The position of young people is relatively low, and thats making them just being a subordinat who is empowered to collect the party vote. The Youth have experienced symbolic violence in the middle of their desires and strategies to stay afloat at the same time, strengthened their position in the party, both PDI-P and PKB.
Kata Kunci : Youth, Political Party, Strategy, and Symbolic Violence