Laporkan Masalah

Ketangguhan Masyarakat Kampung dalam Menghadapi Bencana di Tepi Sungai Code Studi Kasus Kampung Jetisharjo Kelurahan Cokrodiningratan dan Kampung Terban Kelurahan Terban Kota Yogyakarta

RIDHWAN TUMORO, Dr. Ir. Dwita Hadi Rahmi., M.A

2015 | Tesis | S2 Perencanaan Kota dan Daerah

Penelitian ini dilakukan di tepi Sungai Code Kampung Jetisharjo Kelurahan Cokrodiningratan dan Kampung Terban Kelurahan Terban. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketangguhan masyarakat kampung dalam menghadapi bencana, dengan menggunakan data primer yang diperoleh melalui wawancara mendalam. Proses Pengolahan data menggunakan metode deduktif kualitatif. Dengan pemilihan informan secara purposive sampling dan random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan variabel Peraturan Kepala Badan Penanggulangan Bencana No. 1 Tahun 2012 tentang Kampung Tangguh Bencana dan Teori dari Partini 2014 tentang Kampung Tangguh Bencana,bahwasanya Kampung Terban dan Kampung Jetisharjo memiliki kesamaan dengan indikator yang digunakan seperti Adanya kebijakan pengurangan resiko bencana yang telah dilegalkan, Adanya organisasi kebencanaan, Adanya tim relawan, Adanya strategi mitigasi jika terjadi bencana,dan Adanya peningkatan kesiapsiagaan tanggap bencana. Sehingga dengan adanya indikator yang terpenuhi diatas dapat disimpulkan bahwasanya Kampung Jetis Harjo dan Kampung Terban telah menuju dalam suatu Kampung Tangguh Utama terhadap ancaman bencana tiap tahunnya.

Research locations is at the side of the code river Jetisharjo Village and Terban Village Yogyakarta City. The purpose ofthis research is to Know the Village Community Resilience in the Face of Disaster, using primary data obtained through interviews. This research is using deductive qualitative method using interview by the experts. The informant interviews determined by purposive sampling and random sampling. The results showed that based on the variable Head of Disaster Management Regulation No.1Year 2012 on Kampung Tough Disaster, that Jetisharjo village and Terban village have in common with the indicators usedasa policy disaster risk reduction that have been legalized, organizational disaster management, the team of volunteers, the mitigation strategies in case of disaster, and theever improving preparedness response disaster. So with the above indicators, we can conclude that Jetisharjo Village and Terban Village have an ability in natural disaster resilient and prevention every year.

Kata Kunci : Teteng30

  1. S2-2015-353641-abstract.pdf  
  2. S2-2015-353641-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-353641-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-353641-title.pdf