Pelanggaran Hak Asasi Manusia di ASEAN (Studi kasus: Etnis Rohingya)
NOVIE LUCKY ANDRIYANI, Drs. Muhadi Sugiono, M.A
2015 | Tesis | S2 Ilmu Hubungan InternasionalIsu hak asasi manusia masih menjadi wacana sensitif di kawasan Asia Tenggara. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya sejumlah pelanggaran hak asasi manusia di negara-negara anggota ASEAN. Kondisi ini menunjukkan sebuah ironi yang mana negara-negara anggota ASEAN memulai kesepakatan untuk mempromosikan dan menghargai HAM seperti yang tertuang dalam Piagam ASEAN. Pendirian komisi HAM ASEAN (AICHR) dan deklarasi HAM ASEAN (AHRD) sebagai bentuk kemajuan norma ham di ASEAN. Salah satu pelanggaran HAM yang belum terselesaikan hingga hari ini adalah persoalan Etnis Rohingya. Permasalahan Etnis Rohingya tidak hanya sebatas tentang konflik komunal, namun agama, penindasan politik dan kemiskinan. Bahkan persoalan pun meluas tidak hanya sebatas dalam domestik negara namun juga regional. Tesis ini disusun untuk menjawab pertanyaan penelitian :bagaimana respon negara anggota ASEAN secara individu (negara) maupun kolektif (institusi regional) atas pelanggaran HAM khususnya Etnis Rohingya? Pertama, tesis ini akan meninjau ulang latar belakang Rohingya dengan melihat akar persoalannya dari segi sejarah, etimologi, dan geografis. Selanjutnya mendeskripsikan dampak dalam kehidupan beragama, sosial, politik maupun ekonomi. Kedua, hasil penelitian akan dianalisis melalui konsep Hak Asasi Manusia secara universal maupun konteks di ASEAN dengan model spiral. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa masing-masing negara anggota ASEAN memiliki respon berbeda-beda. Hal tersebut akibat dampak perbedaan geografis dan kepentingan domestik sebagai penghalang pencapaian konsensus dalam mencari solusi. Sedangkan respon ASEAN masih terbatas karena kapabilitisnya yang terhambat oleh prinsip non-intervensi dan sovereignty yang telah dikontruksi sebagai shared value. Akibatnya, pelanggaran HAM Etnis Rohingya disikapi sebatas sebagai isu kemanusiaan dan penyelesaiannya dilakukan sesuai pendekatan masing-masing negara, secara bilateral, atau dialog dalam tataran regional. Kata Kunci: Hak Asasi Manusia, ASEAN, Rohingya, Respon
Human rights issue still remains as sensitive discourse In Southeast Asia. This is evidenced by the existence of a number of human rights violations in ASEAN countries. This condition indicates an irony in which ASEAN countries have initiated several agreements to promote, respect and protection of human rights and fundamental freedoms as showed in the ASEAN Charter. Establishment of the ASEAN human rights Commission (AICHR) and Asean Human Rights declaration as form of progress in ASEAN human rights norms. Unfortunately, one of the human rights violations are unresolved yet to this day is the Rohingya issue. Rohingya problems are not only restricted to communal conflict, but also religion issue, political (persecution), poverty, and widespread regionally. This thesis is designed to answer the reseach question: how ASEAN response individually (as a country) and collectively (as an institution) regarding on human rights violations of Rohingya ethnic?" firstly, this thesis will review the background of Rohingya by looking at the root of the problems in terms of history, etimology and geography. Furthermore, it will describe the impact in religious life, social, political and economic. Secondly, this reseach question will be analyzed through the concept of human rights universally and regionally in ASEAN using spiral model. The results can be concluded that each of ASEAN countries have different response. These were mainly due to the difference of geographic impact and the domestic interests as barrier the achievement of consensus for searching solutions. While the ASEAN response is still limited because of its capability that hampered by the principle of non-interference and state sovereignty which have constructed as a shared value. As a result, the human rights violations of Rohingya have addressed merely as a humanitarian issue and the settlement of Rohingya is accordance with the approach from individual country, bilateral agreement or dialogue at regional level. Keywords: Human Rights, ASEAN, Rohingya, Response
Kata Kunci : Hak Asasi Manusia, ASEAN, Rohingya, Respon/Human Rights, ASEAN, Rohingya, Response