Laporkan Masalah

Evaluasi Program Penanganan Anak Jalanan Berbasis Masyarakat oleh Dinsosnakertrans Kota Yogyakartra Melalui Forum Komunikasi Pekerja Sosial Masyarakat Kota Yogyakarta

ABBYZAR AGGASI, Dr. Bevaola Kusumasari

2015 | Tesis | S2 Administrasi Publik

Penelitian ingin melihat sejauh mana capaian program penanganan anak jalanan berbasis masyarakat yang diselenggarakan oleh pemerintah yang bekerjasama dengan pekerja sosial masyarakat dalam menyelesaikan isu anak jalanan di Kota Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan cara menganalisis data sekunder dan melakukan wawancara di lapangan untuk memperkaya data. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyebab besar munculnya anak jalanan sebagian disebabkan oleh kondisi ekonomi (kemiskinan), karena pengaruh Orang tua dan lingkungan sekitar. Pemerintah selaku pihak yang bertanggung jawab dalam menangani anak jalanan sudah mengeluarkan kebijakan untuk menangani anak jalanan yakni Program Penanganan Berbasis Masyarakat. Program ini dilakukan oleh dinsosnakertrans bekerjasama dengan FK-PSM (Forum Komunikasi Pekerja Sosial Masyarakat). Indikator keberhasilan program ini adalah berkurangnya jumlah anak jalanan secara konstan setiap tahunnya, tercukupinya kebutuhan dasar anak dan kembali kepada keluarganya yang berarti sudah tidak berada di jalanan lagi dan yang terakhir, hasil evaluasi kebijakan tersebut dapat dikatakan bahwa kebijakan pemerintah belum cukup efektif dalam menangani anak jalanan, karena kebijakan tersebut belum bisa menjangkau seluruh anak jalanan, hanya 37% anak jalanan di Kota Yogyakarta yang mendapatkan bantuan dari pemerintah, 27% dari rumah singgah, dan sisanya 17% dari LSM. Anak jalanan sudah mulai menerima keberadaan pemerintah dibuktikan dengan usaha yang dilakukan oleh pekerja sosial masyarakat dalam proses penjangkauan anak jalanan. Namun anak jalanan masih mengalami trauma dengan pemerintah khususnya kepada SatPol PP dikarenakan tindakan kasar yang dulu pernah dilakukanan.

The research aims to see how far the government, in collaboration with community social workers, has been able to solve issues dealing with street children in City of Yogyakarta. A qualitative research is employed as the research method by analyzing secondary data and doing field interviews to enrich the data. The research shows that the biggest causes of street children emergence are economic limitation (poverty), parents influence, and the surrounding environment.. The government as the responsible party to deal with street children has issued a policy to solve problems of streetchildren by administering Community-Based Treatment Program. This program is organized by Social, Labour, and Transmigration Agency (Dinsosnakertrans) in collaboration with Communication Forum of Community Social Workers (FK-PSM). The indicators of program success are: the yearly and constant reducing number of street children, fulfillment towards childrens basic needs, and the number of children being re-united to the family which means the children do not stay in the street anymore. The result of the policy evaluation confirms that the government policy is not effective enough to resolve problems dealing with street children, as the policy cannot reach all street children. In fact, only 37% of street children in City of Yogyakarta are able to get assistance from the government, 27% get the assistance from shelters, and the other 17% get it from NGOs. Street children are beginning to accept the existence of government. It is proved by efforts employed by community social workers in the process of street children outreach. However, street children still experience trauma with the government, especially to SatPol PP because of the harsh actions they have ever received.

Kata Kunci : Anak jalanan, evaluasi kebijakan, kebijakan publik, FK-PSM / Street Children, policy evaluation, public policy, FK-PSM