Laporkan Masalah

KONFLIK SOSIAL PERTAMBANGAN EMAS TANPA IZIN Studi Tentang Dinamika Konflik Pertambangan Tanpa Izin Desa Kalirejo Kecamatan Kokap Kabupaten Kulon Progo

DIMAS ASTO AJI AN AMTA, M. Najib Azca, MA, PhD

2015 | Tesis | S2 Sosiologi

Rentang waktu 1995 sampai 2001 merupakan masa jaya masyarakat Desa sebagai penambang emas. Faktor ekonomi menjadikan mereka rela bekerja siang malam dengan harapan bongkahan emas berada dalam genggaman. Pasca jaya hasil emas yang didapat turun secara perlahan, dan membuat masyarakat Desa terutama pemilik lahan memilih menyewakan lahan dengan pendatang. Keikutsertaan pendatang kemudian menimbulkan permasalahan bagi Desa. Warga yang mempunyai modal lebih ternyata memilih untuk mendatangkan pekerja dari luar desa dengan alasan keterampilan yang dimiliki. Banyaknya pendatang membuat konflik horizontal terjadi secara langsung dan tidak langsung. Warga pendatang yang tidak sedikit ternyata membuat permintaan kepada pemerintah daerah untuk mendukung usahanya dengan cara memberikan legal formal. Namun, permintaan itu belum bisa dikabulkan pemerintah daerah dikarenakan belum diatur dalam peraturan daerah. Warga yang tidak percaya membuat jarak dan menimbulkan konflik vertikal antara penambang dengan pemerintah daerah. Penelitian ini mempunyai 2 rumusan masalah, pertama bagaimana dinamika konflik vertikal serta resolusinya dan kedua bagaimana dinamika konflik horizontal serta resolusinya di Desa Kalirejo. Penelitian ini membongkar dinamika konflik yang terjadi di Desa Kalirejo dan melihat sisi positifnya dari konflik dengan menggunakan konsep ala Lewis Coser. Kemudian teori konflik Paul Werh yang dipinjam penulis diantaranya Specify the context, identify the parties, separate causes from consequences, separate goals from interests, understand the dynamics, search for positive functions dan understand the regulation potential untuk membaca konflik tersebut secara utuh. Penulis menggunakan metode kualitatif yaitu deskriftif analitik dengan strategi collective case study untuk melihat konflik yang terjadi dalam rentang waktu dari 2009 sampai 2014. Temuan lapangan memperlihatkan adanya keterkaitan antara konflik vertikal dan konflik horizontal yang terjadi selama 5 tahun terakhir. Dari konflik tersebut terdapat sisi positif yang kemudian dijadikan pembelajaran oleh masyrakat Desa sebagai landasan pembuatan peraturan pada taraf pedukuhan. Aktor konflik yang terlibat ternyata tidak terlalu berbeda dengan konflik sebelumnya yang terjadi selama rentang waktu tersebut. Setelah analisis, penulis menemukan akar konflik selama ini di Desa Kalirejo terutama PETI, diantara konflik yang memperebutkan sumber daya ekonomi produktif dan ketidakjelasan kebijakan dari pemerintah daerah terhadap aktitifitas PETI. Resolusi konflik vertikal dan horizontal memiliki perbedaan signifikan, terlihat ketika konsep triangle of statisfaction membaca fenomena tersebut pasca resolusi. Hal itu dikarenakan konflik vertikal lebih mengedepankan negosiasi atau bottom up, sedangkan konflik horizontal terkesan terlalu didominasi oleh elit lokal atau top down.

ABSTRACT Span of 1995 to 2001 were summit of villager as a gold miner. Economy factor has been villager as hard worker. After 2001, the gold content decrease gradually, and villagers especially for landowner who has gold content decide leased by comers. The participation of new comers created problems for Kalirejo village. Villagers who have more capital chose to invite workers from region outside based on their skill. The number of miners from region outside create horizontal and vertical conflicts occur directly or indirectly. Vertical conflict caused by mining permit. While horizontal conflict caused by river pollution. This study has 2 reasearch question. First, how was the dynamics conflict include its resolution happen, for vertical and horizontal conflicts in Kalirejo village. This study reveal the dynamics and search the positive side of conflict by Lewis Coser. Theory of conflict by Paul Werh used in this research, such as Specify the context, identify the parties, separate causes from consequences, separate goals from interests, understand the dynamics, the search for positive functions and understand the regulation potential to read the conflict entirely. This research using qualitative descriptive analytic and collective case study as a strategy. The result in this research that vertical and horizontal conflict have positive side. The actors conflict between vertical and horizontal were not too different. The roots of this conflict in Kalirejo is conflict over resources and lack of productive economic policies from local government. Vertical and horizontal conflicts resolution have significant differences, the concept of the triangle of statisfaction read the phenomenon of post resolution. because vertical conflict resoluiton put negotiations as the key, whereas horizontal conflicts resolution seem overly dominated by local elite or top down.

Kata Kunci : (Pertambangan Emas Tanpa Izin)PETI, Dinamika, Resolusi, Pemetaan Konflik, Konflik Vertikal dan Horizontal, Akar Konflik. (Gold Mining Without Permission), Dynamics, Resolution, Mapping Conflict, Vertical and Horizontal conflict, Roots of Conflict.

  1. S2-2015-357544-abstract.pdf  
  2. S2-2015-357544-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-357544-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-357544-title.pdf