Laporkan Masalah

PENGURANGAN RISIKO BENCANA TSUNAMI DENGAN PENDEKATAN KEARIFAN LOKAL DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KETAHANAN DAERAH

EKO WAHYUDIONO, Prof. Dr.H. Sudibyakto, M.S;Prof. Dr. Kodiran, MA

2015 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional

INTISARI Desa Parangtritis Kecamatan Kretek berada kurang lebih 27 kilo meter di sebelah selatan Kota Yogyakarta, dengan luas keseluruhan 9.672.015 ha. Wilayah Desa Parangtritis ini secara administratif masuk dalam wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Potensi kebencanaan yang dihadapi Kabupaten Bantul adalah Banjir, Gelombang Ekstrim dan Abrasi, Gempa Bumi, Kekeringan, Tanah Longsor, Kebakaran Hutan dan Lahan, Tsunami dan wabah penyakit. Demikian juga dengan potensi bencana yang dihadapi Desa Parangtritis, sehingga diperlukan upaya pengurangan risiko bencana untuk meminimalkan kerugian baik matrial maupun non matrial Penelitan ini bermaksud untuk mengetahui tingkat kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko bencana tsunami yang dihadapi, peran kearifan lokal terhadap pengurangan resiko bencana tsunami dan implikasinya terhadap ketahanan wilayah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan teknik analisis data dengan analisa indeks, dengan jalan mengukur tingkat kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana tsunami menggunakan analisa indeks (LIPI, UNESCO, 2006). Diawali dengan setudi literatur, pengamatan secara visual di lapangan, dokumentasi, kuesioner, wawancara dengan tokoh masyarakat. Risiko bencana tsunami di Kabupaten Bantul masuk dalam kategori tinggi dan tingkat kesiapsiagaan masyarkat Parangtritis berdasarkan analisa indeks, 58% responden tingkat kesiapsiagaannya masuk dalam kategori 2 artinya responden siap dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana tsunami, 24 % reponden masuk dalam kategori level 3 artinya responden hampir siap dalam menghadapi kemungkinan terjadinya tsunami, 12 % responden tingkat kesiapsiagaannya masuk dalam kategori 4 artinya responden kurang siap dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana tsunami Dilihat dari indeks kapasitas yang diperoleh dari indek katahanan daerah dan kesiapsiagaan masyarakat pada pada posisi indeks kapasitas daerah tinggi. Pengurangan risiko bencana tsunami dengan pendekatan kearifan lokal dapat berpengaruh pada tingkat kesiapsiagaan masyarakat. Rekomendasi yang diberikan adalah perlu mengadakan edukasi pada masyarakat berkaitan dengan masalah kebencananaan, menggali kearifan lokal untuk dimanfaatkan dalam pengurangan risiko bencana tsunami dan perlu dipikirkan tempat evakuasi berupa bangunan vertikal yang mudah dijangkau oleh warga masyarakat maupun wisatawan apabila terjadi bencana tsunami di area wisata pantai daerah parangtritis. Kata kunci : Pengurangan risiko bencana, Kearifan lokal, Ketahanan daerah.

ABSTRACT Parangtritis village sub district Kretek is located approximately 27 kilometers south of the city of Yogyakarta, with a total area of 967.2015 hectares. Parangtritis village area is administratively included in the district of Bantul, Yogyakarta. Potential disaster faced by Bantul is Flood, Extreme Waves and Abrasion, Earthquake, Drought, Landslides, forest fires, tsunami and disease. Likewise, the potential disasters faced by Parangtritis village, so necessary for disaster risk reduction to minimize losses matrial and non matrial. This research aims to determine the level of community preparedness for tsunami risk faced, the role of local knowledge to the tsunami disaster risk reduction and its implications for regional resilience. By measuring the level of preparedness of the community to the tsunami disaster by using index analysis (LIPI, UNESCO, 2006). Beginning with the studies of literature, visual observation in the field, documentation, questionnaires, interviews with community leaders. In the tsunami disaster risk reduction research with local wisdom approach and its implications for regional resilience, Study in the rigion Parangtritis district of Bantul Yogyakarta, the tsunami disaster risk in district of Bantul into the category of high and level of community preparedness Parangtritis based analysis of the index, 58 % responden level of community preparedness entered in category 2 (level Parangtritis community preparedness in the face of the possibility of a tsunami disaster in the category ready), 24 % responden entered in category 3(level Parangtritis community preparedness in the face of the possibility of a tsunami disaster in the category almost ready), 12 % responden entered in category 4 (level Parangtritis community preparedness in the face of the possibility of a tsunami disaster in the category less ready) The tsunami disaster risk reduction with local widom approach has implications for regional resilience, it can be seen from index capacity of regional resilience and community preparedness. Disaster risk reduction with local widom approach can influence the level of community preparedness. The recommendations contained in the tsunami disaster risk reduction in Parangtritis area is the need to conduct public education on issues related to disaster, explore local knowledge to be used in the tsunami disaster risk reduction and evacuation should be considered a form of vertical building that is easily accessible to residents and tourists in the event of tsunami in coastal tourist areas parangtritis area. Keywords: Disaster risk reduction, local wisdom, regional resilience.

Kata Kunci : Pengurangan risiko bencana, Kearifan lokal, Ketahanan daerah

  1. S2-2015-354793-abstract.pdf  
  2. S2-2015-354793-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-354793-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-354793-title.pdf