Laporkan Masalah

ANALISIS PENGGUNAAN TERTINGGI DAN TERBAIK PADA TANAH KOSONG MILIK PEMERINTAH PROVINSI D.I. YOGYAKARTA (Studi Tanah di Jalan Jogja - Wates Km. 5.5 Desa Ambarketawang, Gamping)

ARLIDIKA NOVASARI, I Wayan Nuka Lantara, M.Si., Ph.D.

2015 | Tesis | S2 Ekonomika Pembangunan

Analisis penggunaan tertinggi dan terbaik (Highest and best use) terhadap tanah kosong milik Pemerintah Provinsi D.I. Yogyakarta yang terletak di Jalan Jogja-Wates Km 5.5, Desa Ambarketawang, Kecamatan Gamping, dilakukan dengan cara analisis produktifitas properti meliputi aspek fisik dan lokasi serta aspek hukum dan peraturan sehingga diperoleh alternatif penggunaan yang memungkinkan. Analisis selanjutnya adalah analisis pasar yaitu analisis permintaan, penawaran pasar, dan analisis kelayakan keuangan untuk setiap usulan penggunaan. Dalam penelitian ini, data yang dianalisis terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer meliputi data pendapatan, sewa dan pengeluaran yang diajukan sebagai alternatif penggunaan, diperoleh dengan bentuk wawancara berstruktur, sedangkan data fisik yang meliputi ukuran, bentuk tapak, topografi, utilitas dan lain-lain diperoleh melalui observasi langsung. Data sekunder diperoleh dari DPPKA D.I. Yogyakarta, BAPPEDA Kabupaten Sleman, Kantor Camat Kecamatan Gamping dan beberapa organisasi perangkat daerah pada Pemerintah Provinsi D.I. Yogyakarta. Berdasarkan hasil analisis pasar, ketiga usulan penggunaan yang terdiri dari hotel, kompleks ruko, dan rest area (mixed use) layak untuk dilanjutkan menuju tahap analisis keuangan. Berdasarkan indikator kelayakan keuangan dengan Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP), Rate Return on Investment (ROI), dan benefit Cost Ratio (BCR), maka penggunaan rest area (mixed used) lebih baik dibandingkan hotel sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan tertinggi dan terbaik adalah rest area (mixed use). Kata Kunci: Highest and Best Use, Penggunaan Tertinggi dan Terbaik, Ambarketawang, Aset Pemerintah Daerah.

Analysis of the highest and best use to government-owned vacant land located in Jalan Jogja-Wates Km 5.5, Desa Ambarketawang, Kecamatan Gamping, D.I. Yogyakarta, done by the analysis of productivity and the physical aspects of the property include the location as well as the legal and regulatory aspects in order to obtain alternative uses which allows. Next step is about market analysis which is analyze market demand and supply, also financial feasibility study for every alternative. In this study, the data were analyzed consist of primary data and secondary data. Primary data includes data revenues, rents and expenditure proposed as an alternative to the use, obtained by structured interview form, while the physical data which includes the size, shape of the tread, topography, utilities and others obtained through direct observation. Secondary data available at government office such as DPPKA D.I. Yogyakarta, Badan Pusat Statistik, BAPPEDA Kabupaten Sleman, Kantor Camat Kecamatan Gamping and many others. Based on the results of the market analysis, the proposed use of the third consists of hotel, stores, and rest area (mixed use) eligible to proceed to the stage of financial analysis. Based on the financial feasibility indicators Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP), Rate Return on Investment (ROI), dan Benefit Cost Ratio (BCR), rest area (mixed use) is better than hotel that can be conclude rest area (mixed use) is the highest and best use. Keywords: Highest and Best Use (HBU), Ambarketawang, Government asset.

Kata Kunci : Highest and Best Use, Penggunaan Tertinggi dan Terbaik, Ambarketawang, Aset Pemerintah Daerah.