Pengaruh Latihan Pasrah Diri Terhadap Kadar Leptin Plasma Pada Usia Lanjut Dengan Simtom Depresi
AGIT SENO ADI SETIADI, dr. Agus Siswanto SpPD-KPsi; dr. Probosuseno, SpPD-KGer
2015 | Tesis-Spesialis | SP Ilmu Penyakit DalamLatar Belakang : Populasi usia lanjut bertambah dengan cepat terutama di negara-negara sedang berkembang. Depresi pasien usia lanjut adalah masalah besar yang mempunyai konsekuensi medis, sosial, dan ekonomi. Leptin adalah suatu regulator penting dari aksis hipotalamus-hipofisis-adrenal dalam respon terhadap stres serta mediator dari respon inflamasi, dimana leptin berperan sebagai proinflamasi. Depresi dapat meningkatkan produksi sitokin pro inflamasi serta meningkatkan kadar leptin.. Latihan pasrah diri (LPD) merupakan mind body interventions yang membangkitkan respons relaksasi mampu memperbaiki gejala depresi sehingga dapat menurunkan leptin. Metode penelitian: Desain penelitian kuasi eksperimental. Pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling. Subyek penelitian adalah usia lanjut di wilayah Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten Propinsi Jawa Tengah yang berkunjung ke Posyandu Lanjut Usia yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok 1 mendapatkan latihan pasrah diri dan kelompok 2 sebagai kontrol. LPD dilakukan 2 kali sehari selama 21 hari. Keluaran yang dinilai adalah perbedaan kadar leptin sebelum dan setelah perlakuan. Analisis statistik: Untuk mengetahui perbedaan perubahan kadar leptin sebagai akibat dari latihan pasrah diri digunakan uji t tidak berpasangan jika data terdistribusi normal dan Mann-Whitney U test apabila data tidak terdistribusi dengan normal. Perbedaan dianggap bermakna bila p < 0,05 dengan interval kepercayaan 95 %. Hasil : Analisis awal karakteristik dasar kelompok 1 dan 2 menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna pada sebagian besar variabel, kecuali pada variabel indeks massa tubuh. Terdapat penurunan leptin plasma pada kelompok 1, namun tidak terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik. Simpulan : Terdapat penurunan kadar leptin plasma pada usia lanjut dengan simptom depresi yang mendapatkan latihan pasrah diri tetapi tidak bermakna secara statistik.
Background: The population of elderly is growing rapidly, especially in developing countries. Depression in elderly patients is a major problem that has medical, social and economic consequences. Leptin is an important regulator of the hypothalamic-pituitary-adrenal axis in response to stress, also as a mediator for inflammatory response, where leptin acts as a proinflammatory. Depression can increases the production of pro-inflammatory cytokines and leptin levels. Latihan Pasrah Diri (LPD) is a mind body interventions that evokes the relaxation response, and reduce depressive symptoms resulting in lower leptin levels. Methods: Quasi- experimental research design. Sample taken by consecutive sampling. The subjects were elderly in the District Manisrenggo, Klaten, Central Java Province who visited Posyandu (Community Health Service) and meet the inclusion and exclusion criteria and then divided into 2 groups. First group was given LPD and the second group as the control group. LPD done twice a day for 21 days. Outcome assessement are differences in leptin levels between before and after treatment. Statistical analysis : To determine differences in level of leptin’s changes as a result of the LPD, unpaired t test is used in normally distributed data and Mann - Whitney U test in abnormal distributed data. Differences were considered significant if p < 0.05 with confidence interval 95%. Results : Initial analysis on the basic characteristics of group 1 and 2 showed no significant differences except for body mass index variable. There is a decrease in serum leptin in group 1, but there was no statistically significant differences. Conclusions : There is a decrease in serum leptin levels in elderly with symptoms of depression doing LPD but they were not statistically significant.
Kata Kunci : Latihan Pasrah Diri, leptin, simtom depresi, usia lanjut