Syahbandar dan Monopoli: Aktivitas Politik-Ekonomi Syahbandar di Pelabuhan Ampenan 1835-1888
I KOMANG ANANDA SATRIA DHARMA, Julianto Ibrahim, M.Hum.
2015 | Skripsi | S1 ILMU SEJARAHPerkembangan pelayaran dan perdagangan di pelabuhan Ampenan sangat erat kaitannya dengan eksistensi syahbandar yang mengorganisasikan pelabuhan disana. Pelabuhan Ampenan sebagai pintu masuk perdagangan di pulau Lombok dan ditunjang dengan letak yang strategis dalam peta jalur pedagangan regional dan internasional menjadikan pelabuhan Ampenan menjadi salah satu pelabuhan yang ramai. Penelitian ini diarahkan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara syahbandar dan penguasa Mataram berpengaruh terhadap kebijakan di pelabuhan yang mempengaruhi pola pelayaran dan perdagangan di pelabuhan Ampenan. Penelitian ini menggunakan metode sejarah untuk melakukan eksplanasi terkait tema tersebut. Kekuatan penelitian ini terletak pada penggunaan sumber-sumber primer yaitu arsip. Selain itu juga terdapat buku, jurnal, dan karya ilmiah yang relevan untuk mendukung hasil penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, akibat hubungan antara syahbandar dengan penguasa Mataram menyebabkan terjadinya peran syahbandar bukan hanya sebagai kepala pelabuhan tetapi juga sebagai penasehat raja di kerajaan Mataram. G.P. King dan Said Abdullah mempunyai peran yang sangat besar dalam peta politik dan ekonomi di kerajaan Mataram. Peran sayhbandar dalam menentukan kebijakan ekspor dan impor di pelabuhan sangat besar. Syahbandar sebagai kepala pelabuhan dan mempunyai hak untuk memonopoli perdagangan dan menetukan pola pelayaran di pelabuhan Ampenan.
The development of shipment and commerce in Ampenan Port are closely related to shahbandar role as a port organizer. Its role as an entry point of commerce in Lombok Island and supported by its strategic location make Ampenan become a busy port. This research is directed to know how far the connection goes between shahbandar and Mataram ruler related to the port policies regarding commerce and shipment patterns in Ampenan. This research use historical method to explain. Also, the uses of primary source, such as archives, are its strong point. Books, journal, and other relevant academic works are used to support its results. The result of this research showed that the connection between shahbandar and Mataram ruler make shahbandar role more crucial, not only as a port master but also a king advisor in Mataram. G.P. King and Said Abdullah have major effects in political and economic sectors of Mataram. Shahbandar role as a policy maker in import and export policies are very crucial. Its role as a port master and have a right to monopolize, also to decide, the shipment and commerce patterns in Ampenan.
Kata Kunci : Pelabuhan Ampenan, Syahbandar, Mataram, Perdagangan