Pengadopsian IFRS, Tata Kelola Perusahaan, dan Manajemen Laba
DYAH METHA N, Fuad Rakhman, Ph.D
2015 | Tesis | S2 Sains AkuntansiManajemen laba oportunis yang dilakukan manajer dapat dibatasi dengan pengadopsian IFRS. Pengadopsian IFRS berdampak pada terbatasnya alternatif akuntansi yang digunakan manajer sehingga dapat mengurangi kecenderungan manajer untuk melakukan kecurangan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan yaitu untuk menguji pengaruh pengadopsian IFRS terhadap manajemen laba, menguji pengaruh interaksi antara pengadopsian IFRS dan kualitas audit terhadap manajemen laba, serta menguji pengaruh interaksi antara pengadopsian IFRS dan dewan komisaris independen terhadap manajemen laba pada perusahaan manufaktur di negara berkembang. Penelitian menggunakan sampel negara berkembang yakni Asia Tenggara yang meliputi Indonesia, Malaysia dan Filipina. Data penelitian diperoleh dari database OSIRIS dan bloomberg dengan periode pengamatan tiga tahun sebelum tahun diwajibkannya pengadopsian IFRS untuk masing-masing negara. Sampel untuk negara Indonesia berjumlah 293 observasi, untuk negara Malaysia berjumlah 845 observasi, untuk negara Filipina berjumlah 91 observasian, dan secara keseluruhan berjumlah 1171 observasian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan yang mengadopsi IFRS mengalami penurunan tingkat manajemen laba. Namun, hasil penelitian tidak sesuai dengan hipotesis yang diajukan untuk pengujian interaksi (kualitas audit dan dewan komisaris independen) antara pengadopsian IFRS terhadap manajemen. Hasil menunjukkan bahwa pengaruh pengadopsian IFRS terhadap manajemen laba tidak tergantung pada kualitas audit dan proporsi dewan komisaris independen pada perusahaan di negara berkembang.
Opportunistic earnings management conducted by a manager; can be limited by adopting the IFRS. The adoption of IFRS impacts limiting some accounting alternatives used by managers, to lessen the tendency of managers to commit fraud. The aim of this research is to examine the effect of IFRS adopting on earnings management, examine the effect of interaction between the adoption of IFRS and audit quality on earnings management, as well as examine the interaction between the adoption of IFRS and independent board to earnings management of manufacture companies on developing countries. The research used sample of the Southeast Asia developing countries includes Indonesia, Malaysia and the Philippines. The data were obtained from OSIRIS database and Bloomberg with the observation time period was three years before the mandatory adoption of IFRS for each country. There were 293 observations in Indonesia, 845 observations for Malaysia, 91 observations for Philippines, and the total amount of the sampling to 1171 observations. The results show companies whose adopting IFRS decreased on earnings management level. However, the results are not consistent with the hypothesis put forward for examine the interaction (audit quality and independent board) between the adoptions of IFRS to earnings management. Results showed the adoption the IFRS affecting on earnings management; it is not depending on the audit quality and the proportion of independent boards directors in developing countries.
Kata Kunci : Pengadopsian IFRS, Kualitas Audit, Dewan Komisaris Independen, Manajamen Laba