Desain Pra Sekolah dan Klinik Anak Inklusi Di Solo Dengan Pendekatan Metode Superimposition
DIMAR CAHYANI, Diananta Pramitasari, ST., M.Eng., Ph.D.
2015 | Skripsi | S1 ARSITEKTURKomitmen Internasional untuk membangun masyarakat yang lebih inklusif telah menghasilkan peningkatan situasi anak penyandang disabilitas dan keluarga mereka, apakah mereka dapat berpartisipasi dalam masalah - masalah sipil, sosial, dan budaya di masyarakat, dapat menikmati hak - hak mereka termasuk pelayanan, dukungan, dan kesempatan. Di Indonesia anak berkebutuhan khusus juga merupakan salah satu sumber daya manusia yang kualitasnya harus ditingkatkan agar dapat berperan, tidak hanya sebagai obyek pembangunan namun juga sebagai subyek pembangunan. Media edukasi menjadi kebutuhan utama dalam pencapaian kualitas sumber daya manusia. Perkembangan ABK lebih signifikan dari manfaat lingkungan yang inklusif. Penelitian telah menunjukkan bahwa lingkungan inklusif, dan bantuan yang tepat, memungkinkan anak-anak untuk mencapai lebih dari yang mereka lakukan di lingkungan terpisah. Ketika ABK berada pada lingkungan yang berbeda dari diri mereka, mereka akan berusaha menuju tujuan - tujuan baru dan mencapai prestasi yang lebih cepat dibanding berada pada lingkungan sosial yang homogen. Kota Solo sebagai kota inklusi masih memerlukan fasilitas yang mendukung seperti pada sektor pendidikan berupa Sekolah Inklusi dan fasilitas kesehatan berupa Klinik Anak sesuai standar aksesibilitas untuk ABK dan Non ABK. Optimalisasi potensi dari tumbuh kembang dan pola pikir serta interaksi sosial dalam lingkup inklusi inilah yang nantinya akan menjadi bagian dari konsep. Ide dasar pengembangan potensi perkembangan anak akan diwujudkan dalam berbagi solusi dalam penyelesain secara arsitektural dan desain diantaranya dalam penyesuaian programmatik ruang, ide dasar bentuk dan fasad bangunan, interior bangunan, aksesibilitas bangunan, dalam Pra Sekolah dan Klinik Anak Inklusi ini. Diharapkan fasilitas ini ke depannya dapat menjadi contoh dalam mengakomodasi dan mendukung para penyandang disabilitas untuk tetap dapat berkembang khususnya dalam pendidikan baik di sekolah dan di luar sekolah.
International commitments to build a more inclusive society has resulted in increased the situation of children with disabilities and their families, whether they can participate in the problems of civil, social, and culture in the community, enjoy their rights, including service, support, and opportunities. In Indonesia, children with special needs is also one of human resources whose quality should be improved in order to play a role, not only as objects of development but also as the subject of development. Media education become a major requirement in achieving quality human resources. Children with special needs development is more significant than the benefits of an inclusive environment. Research has shown that an inclusive environment, and appropriate assistance, enabling children to achieve more than they did in a separate environment. When the crew is in an environment different from themselves, they will strive towards the goal - new goals and achieve faster than being in a homogeneous social environment. Solo as a city of inclusion still requires such facilities to support the education sector in the form of schools and health facilities in the form of Inclusion Children's Clinic conform to accessibility standards and normal children. Optimization of the potential of growth and mindset and social interaction in the sphere of inclusion is what will be part of the concept. The basic idea of the potential development of a child's development will be realized in sharing solutions in the completion of architectural and design them in the adjustment programmatik space, the basic idea of the shape and building facades, interiors of buildings, accessibility of buildings, in the Inclusions Pre-School and Children's Clinic. This facility is expected in the future can be an example to accommodate and support people with disabilities to continue to thrive, especially in education both at school and outside of school.
Kata Kunci : dissabilities, inclusion, pre school, children clinic, superimposition