Laporkan Masalah

Evaluasi Pengelolaan Cagar Budaya Kota Tambang Sawahlunto

NEDIK TRI NURCAHYO, Dr. Mahirta, M.A.

2015 | Tesis | S2 Ilmu Arkeologi

Tesis ini membahas tentang evaluasi pengelolaan cagar budaya. Kajian mengambil studi kasus di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi pelaksanaan pengelolaan cagar budaya di Kota Sawahlunto (2001-2014). Penelitian ini menggunakan beberapa jenis sumber data seperti data arkeologi, dokumen, arsip Belanda berupa foto yang bersumber dari KITLV NL antara tahun 1871-1944, dan hasil wawancara agar dapat diketahui gambaran pengelolaan cagar budaya dari berbagai sudut pandang. Evaluasi difokuskan pada pengelolaan cagar budaya menggunakan perangkat evaluasi fungsi manajemen yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Masing-masing fungsi manajemen ini akan dicermati melalui empat kriteria, yaitu sumber daya manusia, institusi yang terlibat dalam pengelolaan, metode dan sumber pendanaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam pengelolaan cagar budaya masih ditemukan kelemahan dalam hal perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Kelemahan-kelemahan ini dapat diatasi dengan meningkatkan sinergitas pengelolaan cagar budaya antara pemerintah Kota Sawahlunto, BPCB Batusangkar, Akademisi, Praktisi Profesional, stakeholder dan masyarakat yang mempunyai kompetensi dalam pengelolaan cagar budaya. Akhirnya yang terpenting, masyarakat harus dilibatkan sejak proses perencanaan, pelaksanaan sampai dengan evaluasi.

This thesis discusses the evaluation of the management of cultural heritage. The study located in Sawahlunto, West Sumatra. This research aims to know and evaluate the implementation of the management of cultural heritage in the town of Sawahlunto (2001-2014). This study uses several different types of source data such as documents, the archives of the Netherlands in the form of photographs from KITLV NL between the years 1871-1944, and the results of the interview in order to note the description of the management of cultural heritage from a different point of view. The evaluation focused on the management of cultural heritage using the evaluation function of management consists of planning, organizing, actuating, and controlling. Each of these management functions will be observed through the four criterias, namely human resources, institutions involved in the management, methods, and funding sources. Results of the study show that in the management of cultural heritage still found weaknesses in terms of planning, organizing, actuating, and controlling. These weaknesses can be overcome by increasing the synergy between government cultural heritage management of Sawahlunto, BPCB Batusangkar, academics, profesionals, stakeholders that has competence in the management of cultural heritage. Last but not least, community maybe should be includ since the planning, implementation until to the evaluation process.

Kata Kunci : Sawahlunto, cagar budaya, evaluasi, pengelolaan, pelaksanaan, pengawasan/ Sawahlunto, cultural heritage, evaluation, management, actuating, controlling.

  1. S2-2015-358345-abstract.pdf  
  2. S2-2015-358345-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-358345-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-358345-title.pdf