Pengaruh bahan conditioning terhadap keberhasilan semen ionomer kaca sebagai bahan penutup fisur pada gigi permanen dan gigi desidui
NATALIA, Dr. drg. Indah Titien Soeprihati, SU., Sp.KGA(K); drg. Siti Bale SriRantinah, S.U., Sp.KGA(K)
2015 | Tesis-Spesialis | S2 Ilmu Kesehatan Gigi AnakMenutup fisur merupakan metode adekuat untuk mencegah karies fisur. Salah satu bahan penutup fisur yang ideal adalah semen ionomer kaca. Keberhasilan pelekatan semen ionomer kaca dipengaruhi oleh bahan conditioning berupa dentin conditioner dan cavity conditioner. Keduanya memiliki konsentrasi dan lama aplikasi yang berbeda. Tujuan dari penilitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bahan conditioning terhadap keberhasilan semen ionomer kaca sebagai bahan penutup fisur pada gigi desidui dan permanen. Penelitian eksperimental semu dilakukan pada 10 orang anak, umur 7-9 tahun. Pada setiap subjek dilakukan penutupan fisur di gigi molar kedua desidui dan molar pertama permanen kiri dan kanan bawah, serta untuk memperoleh keadaan yang sama, gigi di sebelah kanan menggunakan semen ionomer kaca dengan bahan conditioning dentin conditioner sedangkan sebelah kiri dengan cavity conditioner. Pengukuran dilakukan dengan mangaplikasikan larutan biru metilen pada permukaan oklusal gigi, yang dibagi menjadi 5 area, setiap area yang tidak terinfiltrasi larutan biru metilen menunjukkan keberhasilan pelekatan semen ionomer kaca sedangkan setiap area yang terinfiltrasi biru metilen akan mendapat skor 1. Hasil yang diperoleh dianalisa dengan uji Kruskal-Wallis menunjukkan mean rank terendah terdapat pada kelompok gigi desidui yang menggunakan cavity conditioner dengan nilai probabilitas antar kelompok diketahui dari uji Mann-Whitney. Kesimpulan, semen ionomer kaca memiliki tingkat keberhasilan tertinggi pada gigi desidui dengan menggunakan bahan conditioning berupa cavity conditioner.
Fissure sealing is a method to prevent fissure caries. An ideal fissure sealant material is glass ionomer cement. The success of glass ionomer cement adhesion is affected by conditioning agent such as dentin conditioner and cavity conditioner. Both of them are different in concentration and application time. Aim of this study is to determine the influence of conditioning agent to the success of the glass ionomer cement as a fissure sealing material on deciduous and permanent teeth. Quasi-experimental design involving 10 children, aged 7-9 years. Each subject was applied fissure sealant on deciduous second molar and first permanent molar left and right lower side, and to obtain the same circumtances, the right side was applied glass ionomer cement and dentin conditioner, and the left side was applied cavity conditioner. The success of the glass ionomer cement adhesion was determined by measuring the infiltration of blue dye on occlusal surface which was divided into 5 areas, and each area which was not infiltrated by blue dye, indicated the success of glass ionomer cement adhesion, but each area that was infiltrated by blue dye, got a score. The result was analyzed using Kruskal-Wallis, it showed that the lowest mean rank was cavity conditioner on deciduous teeth, then analyzed using Mann-Whitney to know probability between groups. Conclusion, glass ionomer cement that used cavity conditioner on deciduous teeth had the highest success rate.
Kata Kunci : keberhasilan semen ionomer kaca, dentin conditioner, cavity conditioner