Analisis Kesiapan Menerapkan Integrated Reporting Pada Indeks LQ-45
ADRIANA, Singgih Wijayana, S.E., M.Sc., Ph.D
2015 | Tesis | S2 AkuntansiPenelitian ini memberikan analisis mengenai tingkat kesesuaian laporan tahunan pada indeks LQ-45 terhadap <IR> Framework. Hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesiapan menerapkan Integrated Reporting (disingkat IR) pada indeks LQ-45. Elemen yang perlu dikembangkan lebih lanjut dalam upaya penerapan IR juga diidentifikasi. Daftar pertanyaan berjumlah 76 pertanyaan digunakan dan mengacu pada penelitian Berndt et al. (2014). Data sekunder berupa laporan tahunan perusahaan publik pada tahun 2013 dan termasuk di dalam indeks LQ-45 peride Februari-Juli 2014 digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 62,22% perusahaan cukup siap untuk menerapkan IR. Perusahaan-perusahaan tersebut tergolong menengah kesesuaian laporannya terhadap <IR> Framework. Hal ini merefleksikan adanya potensi untuk mengembangkan pelaporan lebih lanjut. Tantangan perusahaan untuk menerapkan IR terdapat pada pelaporan elemen model bisnis, tata kelola, dasar penyusunan & penyajian serta strategi & alokasi sumber daya. Penelitian ini merekomendasi lima perusahaan untuk mempertimbangkan IR sebagai model pelaporannya. Lima perusahaan tersebut adalah SMGR, BMRI, PTBA, ADRO dan BBNI. Lima perusahaan tersebut memiliki tingkat kesesuaian paling tinggi terhadap <IR> Framework dibanding perusahaan lainnya. Namun, perusahaan perlu mempertimbangkan prinsip materialitas dan keringkasan. Selain itu, sektor industri keuangan dan pertambangan juga direkomendasi sebagai sektor yang diproritaskan untuk menerapkan IR. Penelitian diharapkan memberikan pemahaman mengenai pentingnya IR sebagai model pelaporan korporasi. Hasil penelitian diharapkan pula menjadi pertimbangan untuk menerapkan IR pada masa mendatang. Selain itu, hasil penelitian diharapkan berkontribusi dalam pengembangan IR sebagai model pelaporan korporasi di Indonesia.
This study provides an analysis related to the appropriateness of annual reports of companies registered at LQ-45 index compared to <IR> Framework. It aims to identify the readiness of the companies to apply integrated reporting. Elements needed to develop further will be also identified. Total of 76 questions are used in this study and referred to Berndt et al. (2014). Secondary data are obtained from annual reports of public companies in 2013 and included in the LQ-45 index per February-July 2014. The results of this study indicate that about 62,22% of companies are quite ready to apply integrated reporting. These companies have the average level of integrated reporting according to <IR> Framework. It also reflects the potency to develop the current reporting. In addition, companies require to evaluate their reporting such as: (1) business model; (2) governance; (3) basis of preparation & presentation and (4) strategy & resource allocation. On the basis of this study, 5 companies are recommended to consider integrated reporting as their reporting model in the future. The companies are SMGR, BMRI, PTBA, ADRO dan BBNI with the highest accodance to <IR> Framework. Those companies also need to consider principles of materiality and conciseness. Other issues can be prioritized to apply integrated reporting include financial and mining sectors. This study gives the understanding of the importance of integrated reporting as corporate reporting model. It can be considered for public companies in Indonesia to apply integrated reporting. Lastly, it can contribute to the development of integrated reporting in Indonesia.
Kata Kunci : Integrated reporting, <IR> Framework, indeks LQ-45