pencarian jalur tercepat menggunakan algorithme gabungan fuzzy dan genetika
ALAMERI MOHAMED ALI, SALEH, Hanung Adi Nugroho, S.T., M.E., Ph.D.; Teguh Bharata Adji, S.T., M.T., M.Eng., Ph.D.
2015 | Tesis | S2 Teknik ElektroSaat mencari jalur tercepat, jalur terpendek tidak mesti tercepat dan jalur terpanjang bukan berarti terlama. Hal ini dikarenkan adanya faktor kepadatan jalan yang menyebabkan jalur terpendek menjadi lebih lama daripada jalur yang lebih panjang. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan ketepatan pemilihan rute jalur tercepat dengan memperbaiki perhitungan bobot jalur yang fungsi dari kepadatan jalan. Algoritme Fuzzy digunakan untuk menentukan nilai parameter panjang dan kepadatan jalan. Hasil keluaran dari algoritme fuzzy berupa nilai bobot tiap ruas jalur yang digunakan untuk mencari jalur tercepat. Jalur tercepat dicari menggunakan algoritme Algoritme Genetika karena merupakan algoritme terbaik dalam mencari jalur tercepat. Dengan demikian hasil pencarian yang didapatkan lebih sesuai dengan kenyataan jalan.
When searching for the quickest path, the shortest path is not necessarily the fastest and longest track does not mean the longest. This is because the density of the factors that led to the shortest path to be longer than a longer path. The main objective of this research is to improve the accuracy of election fixing the fastest path to the path weight calculation function of the density of the road. Fuzzy algorithm used to determine the value of the parameter length and road density. The output of the algorithm fuzzy weight value of each segment in the form of the path used to find the fastest path. The fastest path searched using genetic algorithm because it is the best algorithm in finding the fastest path. Thus obtained results more in line with reality the way.
Kata Kunci : Genetic Algorithm, Shortestpath Algorithm