Implementasi Failure Modes and Effects Analysis (FMEA) dan Rencana Mitigasi Risiko Untuk Mengurangi Downtime pada PT. ABC di Proyek Tambang Batubara Sangatta
BAYU TRIANTO, Adi Djoko Guritno, Dr., MSIE
2015 | Tesis | S2 ManajemenDalam aktivitas pertambangan batubara, ketersediaan alat berat menjadi sangatlah penting. Untuk mendukung proses produksi batubaranya, PT. ABC mengoperasikan 47 unit excavator dan 188 unit dump truck. Excavator dan dump truck memiliki banyak komponen penyusunnya dan masing-masing komponen memiliki potensi risiko kegagalan yang bisa mengakibatkan terjadinya downtime pada unit. Permasalahan yang sering dihadapi adalah terjadinya kegagalan suatu komponen pada kedua jenis alat berat ini sehingga mengurangi produktivitas unit dan menyebabkan unit berhenti beroperasi yang dihitung sebagai downtime. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko kegagalan komponen dan menganalisis faktor penyebab kegagalan dan dampaknya dengan menggunakan metode Failure Modes and Effects Analysis (FMEA). FMEA merupakan suatu alat untuk mengurangi probabilitas terjadinya kegagalan kritis dengan cara menganalisis potensi kegagalan dan pengembangan tindakan perbaikannya. Setelah diperoleh daftar risiko kritis maka dilakukan evaluasi menggunakan risk matrix dan risk map untuk menentukan prioritas penanganan risiko. Pada akhir penelitian ini telah disusun suatu rencana mitigasi risiko yang bisa dijadikan acuan bagi perusahaan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa ada 7 risiko kritis pada excavator dan 18 risiko kritis pada dump truck. Risiko kritis ini memiliki tingkat peluang terjadi dan tingkat konsekuensi yang tinggi. Rencana mitigasi risiko difokuskan dengan pencegahan risiko pada sumber penyebab terjadinya risiko tersebut.
In the activity of coal mining, the availability of heavy equipments becomes very important. To support coal production process, PT ABC operates 47 units of excavator and 188 units of dump truck. Excavator and dump truck consist of many components and each component has potential failures risk which can result downtime of the unit. The problems that mostly occurred are failures of components of these kinds of heavy equipments that reduce the productivities of the units and force the unit to stop from operation that calculated as downtime. This study aims to identify failures risks of components and analyse the cause of failures and their effects using Failure Modes and Effects Analysis (FMEA) method. FMEA is a tool to reduce the probability of critical failures by means of the analysis of potential failures and the development of improvement action. After a list of critical risks has been obtained then evaluation process applied by using risk matrix and risk map to determine the priority of risk management. At the end of this study, risk mitigation plan will be developed so that it can be used as reference by company. The result of this study concluded that there are 7 critical risks on excavator and 18 critical risks on dump truck. These critical risks mostly have high likelihood and high severity. The risk mitigation plan is to prevent the risks at their source.
Kata Kunci : Failure Modes and Effects Analysis (FMEA), risk matrix, risk map, risiko, kegagalan, downtime