Laporkan Masalah

Analisis Value Building Growth Industri Rokok Di Indonesia

CHANDRA TARIGAN, Mahfud Sholihin, Ph.D.

2015 | Tesis | S2 Manajemen

Dengan semakin maraknya dunia investasi dan pasar modal, manajemen perusahaan sering terjebak pada strategi yang berfokus pada peningkatan profitabilitas dengan cara melakukan efisiensi dan pemotongan anggaran, antara lain biaya penelitian dan pengembangan. Situasi ini dalam jangka pendek akan mendapatkan reaksi positif dari pemegang saham karena mampu meningkatkan profitabilitas perusahaan. Namun dalam jangka panjang, perusahaan akan mengalami ketertinggalan karena tidak mampu memaksimalkan potensi dan peluang yang ada ditengah industri yang semakin dinamis. Penelitian yang dilakukan oleh A.T Kearney pada tahun 1999 menyimpulkan bahwa perusahaan yang secara konsisten menjadi value builder adalah perusahaan yang menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pendapatan/top line dan pertumbuhan profitabilitas/bottom line. Oleh karena dampak buruknya terhadap kesehatan, industri rokok menghadapi berbagai kendala untuk tumbuh sesuai dengan konsep Value Building Growth. Pemerintah telah memberlakukan kebijakan-kebijakan yang bertujuan menekan konsumsi rokok dan membatasi peredarannya. Tesis ini bertujuan untuk melakukan analisis potret industri rokok Indonesia dan bagaimana strategi perusahaan-perusahaan rokok untuk menjadi value builder ditengah hambatan yang merintangi.

With the increasing widespread in the world of investment and capital market, company management are often trapped on strategies focusing on profitability improvement by conducting budget efficiency and cutting, among others research and development cost. This situation in the short term will receive positive reaction from shareholders because of its ability to increase company profitability. However in the long term, the company will experience a lag because it is unable to maximize potential and opportunities that exists amidst an increasingly dynamic industry. Research conducted by A.T Kearney in 1999 concluded that a company which consistently becomes a value builder is a company that maintains balance between growth of income/top line and growth of profitability/bottom line. Due to its bad impact on health, the cigarette industry faces various obstacles to grow according to the concept of Value Building Growth. The government has imposed regulations which aim to suppress cigarette consumption and limit its circulation. This thesis aims to conduct a portrait analysis of the cigarette industry in Indonesia and the strategy of cigarette companies to be a value builder amidst hindering obstacles.

Kata Kunci : value builder, top line, bottom line, profitabilitas, value building growth