PENGARUH KOMITMEN AFEKTIF, KONTINUAN, DAN NORMATIF PADA INTENSI KELUAR STUDI PADA RS XYZ YOGYAKARTA
TRI ELSA SUSILAWATI, Gugup Kismono, M.B.A., Ph.D.
2015 | Tesis | S2 ManajemenIntisari Perputaran perawat menjadi dilema manajemen yang dihadapi berbagai organisasi, termasuk pada RS XYZ Yogyakarta. Fenomena umum yang sering terjadi pada hampir semua rumah sakit menunjukkan bahwa tingkat perputaran perawat yang tinggi menyebabkan peningkatan biaya operasional untuk melakukan rekruitmen kembali (Lephalala, et al., 2008). Intensi keluar didefinisikan sebagai faktor pemediasi antara sikap yang mempengaruhi niat karyawan untuk berhenti dari organisasi dengan perputaran karyawan yang sebenarnya (Glissmeyer et al., 2008). Karyawan yang berkomitmen tinggi terhadap organisasinya akan memberikan keunggulan kompetitif yang krusial seperti produktivitas yang tinggi dan perputaran karyawan yang rendah (Vance, 2006). Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh komitment afektif, kontinuan dan normatif terhadap intensi keluar pada perawat di RS XYZ Yogyakarta. Desain penelitian ini bersifat kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 101 perawat. Pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner yang bertujuan untuk mengukur komitemen afektif, kontinuan, normatif, dan intensi keluar. Kuesioner tersebut terdiri dari 28 pernyataan yang telah diuji validitas. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS Versi 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komitmen afektif, kontinuan, dan normatif memiliki pengaruh negatif terhadap intensi keluar. Komitmen afektif dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dan beta -0,340. Komitmen kontinuan dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dan beta -0,27. Komitmen normatif dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dan beta -0,24. Maka dapat disimpulkan bahwa ketiga komponen komitmen organisasional berpengaruh secara negatif dan signifikan pada intensi keluar. Kata kunci: Komitmen afektif, komitmen kontinuan, komitmen normatif, intensi keluar
Abstract Nurse turnover is a management dilemma faced by many organizations, including XYZ Hospital, Yogyakarta. Common phenomenon which happens in nearly all hospitals show that high rate of nurse turnover causes increased operational cost for re-recruitment (Lephalala, et al., 2008). Turnover intention is defined as a mediating factor between attitude which influences employee�s intention to quit and organization with actual employee turnover (Glissmeyer et al., 2008). Employees who are highly committed to their organizations will give crucial competitive advantage, such as high productivity and low turnover (Vance, 2006). This study aimed to test the influence of affective, continuance and normative commitments on turnover intention of nurses in XYZ Hospital, Yogyakarta. The research design was quantitative with a total of 101 nurses. Data collection was conducted by distributing questionnaires to measure affective, continuance, and normative commitments and turnover intention. The questionnaire consisted of 28 questions which had been tested for validity. This study used multiple linear regression analysis using SPSS program Version 20. The research result showed that affective, continuance, and normative commitments had negative influence on turnover intention. The significance level of affective commitment is 0.000 < 0.05 and beta -0.340. The significance level of continuance commitment is 0.000 < 0.05 and beta -0.27. The significance level of normative commitment is 0.000 < 0.05 and beta -0.24. Thus, it was concluded that the three components of organizational commitment had negative and significant influences on turnover intention. Keywords: Affective commitment, continuance commitment, normative commitment, turnover intention
Kata Kunci : Komitmen afektif, komitmen kontinuan, komitmen normatif, intensi keluar