Laporkan Masalah

GEOLOGI DAN TINJAUAN KUALITAS BATUGAMPING SEBAGAI BAHAN BAKU SEMEN DI DESA TEGALDOWO, KECAMATAN GUNEM, KABUPATEN REMBANG, PROVINSI JAWA TENGAH

CHRISTO ABRAHAM MUNTHE, Dr. Ir. I Wayan Warmada

2015 | Skripsi | S1 TEKNIK GEOLOGI

Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah merupakan daerah yang memiliki potensi bahan baku pembuatan semen. Bahan baku semen antara lain batugamping, batulempung, dan batupasir tersebar secara merata. Namun evaluasi terhadap bahan baku ini secara geologi jarang dilakukan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kondisi geologi melalui pengamatan singkapan dilapangan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah pemetaan geologi meliputi pengambilan data stratigrafi dan pengambilan sampel batuan untuk dilakukan analisis petrografi dan XRF. Satuan batuan di daerah ini masuk dalam formasi paciran yang berumur Pliosen-Pleistosen tersebar secara merata di daerah penelitan. Satuan batuan dibagi menjadi 4, yaitu satuan boundstone, satuan rudstone dolomitan, satuan grainstone dolomitan, dan satuan grainstone. Keterdapatan mineral dolomit disebabkan adanya proses deagenesis yaitu pelarutan (leaching) yang menyebabkan adanya perubahan mineral kalsit menjadi dolomit yang tersebar secara merata didaerah penelitian. Struktur yang terbentuk didaerah ini adalah sesar naik Tegaldowo dan sesar turun Tegaldowo. Sesar naik Tegaldowo merupakan sesar utama yang terbentang secara menyeluruh didaerah penelitian dengan arah NE-SW dan sesar turun Tegaldowo merupakan sesar minor yang memiliki arah dominan U-S. Dari hasil analasis geokimia menggunakan metode XRF, batugamping di daerah penelitian dapat dibagi menjadi dua macam berdasarkan kandungannya, yaitu batugamping kalsit dan batugamping dolomitan. Batugamping kalsit yang mengandung CaO > 50 % (maksimum 54,36 %) tersebar dibagian utara daerah penelitian.

Tegaldowo village, District Gunem, Rembang, Central Java Province is an area that has the potential raw material for making cement. Cement raw materials include limestone, mudstone, and sandstone spread evenly. However, an evaluation of the raw material is geologically rare. The purpose of this study to determine the geological conditions through outcrop observations in the field. Method - the method used in the study includes geological mapping, data collection and sampling of rock stratigraphy for petrographic and XRF analysis. Lithologies in this area included in Paciran formation of Pliocene-Pleistocene aged spread evenly in the area of research. Rock units are divided into four, namely boundstone unit, unit Rudstone dolomitan, dolomitan grainstone unit, and the unit grainstone. Dolomite mineral occurrences caused deagenesis process that dissolution (leaching) which causes a change in the mineral calcite into dolomite evenly distributed research area. Structure formed in this area is a reverse fault and fault Tegaldowo down Tegaldowo. Tegaldowo reverse fault is a major fault that stretches thorough research area with a NE-SW direction and fault down Tegaldowo a minor fault which has a dominant direction US. From the results of geochemical analasis using XRF methods, limestones in the study area can be divided into two types based on its content, namely limestone, calcite and limestone dolomitan. Calcite limestones containing CaO> 50% (maximum of 54.36%) is spread in the north area of research.

Kata Kunci : Leaching