Laporkan Masalah

ASSESSING THE SPATIAL-TEMPORAL LAND USE CHANGE AND ENCROACHMENT ACTIVITIES DUE TO FLOOD HAZARD IN NORTH COAST OF CENTRAL JAVA

IMAM SETYO HARTANTO, Dr. Rini Rahmawati, M.T.; Ir. B. G. C. M. (Bart) Krol

2015 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan

Kebutuhan manusia akan ruang dan pembangunan fisik secara berangsur-angsur telah merambah alam lingkungan di sekitarnya. Padahal aktivitas perambahan dapat memicu perubahan penggunaan lahan secara masif. Kabupaten Demak memiliki kontribusi sector pertanian yang signifikan di Indonesia. Namun demikian, Demak diketahui sebagai daerah tertinggi nomor dua yang menderita perubahan penggunaan lahan di area Pantai Utara Jawa (PANTURA). Ditambah lagi, kondisi topografinya yang berada di daerah hulu dan muara sungai ke Laut Jawa mengakibatkan daerah ini menjadi rawan bencana banjir. Mijen dan Wedung merupakan dua kecamatan paling terdampak bencana banjir di Demak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa interaksi antara banjir sungai, perubahan penggunaan lahan dan aktivitas perambahan di kecamatan Mijen dan Wedung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah-Indonesia. Penelitian ini menerapkan analisis DPSIR (Penyebab Utama, Tekanan, Keadaan, Akibat dan Respon) guna memahami akar permasalahan dan efek berantai dari hubungan tersebut. Klasifikasi terbimbing dengan Maximum Likelihood dari Citra Ldansat (2000, 2009 dan 2014) dipilih untuk pemetaan dan analisis tutupan lahan. Teknik analisis perubahan dengan Post Classification digunakan dalam analisis penggunaan lahan. Sementara itu, akurasi penggunaan lahan dianalisis dengan menggunakan Confusion Matrix Wawancara semi-terstruktur melalui informan kunci diterapkan sebagai alat untuk mengumpulkan data DPSIR dan analisnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efek banjir sungai terhadap penggunaan lahan meliputi terendamnya area dalam tempo yang cukup lama (1-2 minggu), kehilangan ekonomi terutama hasil pertanian dan trauma psikologis. Walaupun tidak ada bukti yang cukup kuat bahwa banjir mempengaruhi perubahan lahan di Kecamatan Mijen dan Wedung, perubahan penggunaan lahan periode 2000-2014 dapat terbukti. Perubahan structural tahun 2000-2014 terjadi di semua level kelas penggunaan lahan. Sawah berkurang hampir 6%, hutan mangrove jatuh sebanyak 79% selama 14 tahun sedangkan pemukiman tumbuh hampir dua kali lipat selama periode 2000-2014. Hasil analisis akurasi menunjukkan nilai sebesar 78.23 %. Analisis DPSIR membuktikan bahwa perambahan lahan menjadi salah satu faktor penekan banjir. Berdsarkan sejarah banjirnya, Jleper, Ngelokulon, Ngegot, Mutih Wetan dan Mutih Kulon merupakan desa-desa yang memiliki resiko banjir paling tinggi. Respon teknis, kearifan lokan dan kebijakan menjadi penting guna mengantisipasi dan mengurangi dampak banjir di kemudian hari.

Human needed on space and physical development gradually encroach on the natural environment. Meanwhile, encroachment activities can trigger rapid land use change. Demak regency has significant contribution on agricultural yield in Indonesia. However, Demak is known the second largest region suffering land use change in Java's North Coast. In addition, the topographic condition in downstream area and role as final outflow of several rivers to Java Sea result this area become susceptible with flood hazard. Mijen and Wedung are two most impacted sub districts by flood hazard in Demak. This research aims to assess the interactions between riverine flooding, land use change and land encroachment activities in Mijen and Wedung sub districts, Demak region, Central Java, Indonesia. This research combines the analyzing of Driving Force, Pressure, State, Impact and Response (DPSIR) to understand the root problem and the chain effect that relation. The supervised classification by Maximum Likelihood of time series Landsat image (2000, 2009 and 2014) was chosen for land cover mapping and analysis. Post-classification change detection technique was applied for land use analysis. Meanwhile, the land use accuracy was assessed by confusion matrix. Semi-structured interview with key informant and literature review are conducted as a tool to collect DPSIR data and analysis. The results shows that the current effects of riverine flooding on land use include the area inundation for adequate period (1-2 weeks), economy losses especially agricultural production and psychological trauma. Although there is lack evidence flood hazard influences land use change in Mijen and Wedung sub district, the transformation of land use for 2000-2014 periods is strongly proved. The structural changes in 2000-2014 were happened in all level of land use classes. Paddy field area descended almost 6%, mangrove forest fall 79% in along 14 years meanwhile settlement grown up almost double in 2000-2014. The result of overall accuracy assessment is 78.23%. The DPSIR prove that land encroachment become one of pressure on riverine flooding. Based on flood event history; Jleper, Ngelokulon, Ngegot, Mutih Wetan and Mutih Kulon are villages at Mijen and Wedung sub district which have highest risk of flood. Technical, local knowledge and policy response is urge to anticipate and reduce the riverine flooding in the future.

Kata Kunci : Mijen, Wedung, Flood, Land Use Change, Encroachment, DPSIR