PEMBIAYAAN PROGRAM TB DAN MDR-TB MENUJU ERA PASCA DANA HIBAH GLOBAL FUND DI KOTA BENGKULU
ANDI APRIANTO, dr. YODI MAHENDRADHATA, M.Sc, Ph.D; Prof. dr. ALI GHUFRON MUKTI, M.Sc, Ph.D
2015 | Tesis |Latar Belakang : Dalam laporan Global Tuberculosis Report 2014, Tahun 2013 diperkirakan 9 juta orang menderita penyakit TB dan 1.5 juta meninggal karena penyakit ini. Dana hibah Global Fund akan berkurang secara perlahan dan diperkirakan berakhir pada tahun 2019, untuk itu kabupaten/kota dan provinsi harus mengalokasikan untuk mengatasi seluruh biaya program TB dan MDR-TB setelah bantuan dana hibah berakhir. Rendahnya alokasi anggaran bagi program pengendalian TB dan MDR-TB akan memengaruhi keberlanjutan program. Tujuan Penelitian : Mengetahui komitmen stakeholder dalam menanggulangi kesenjangan dana untuk menjamin pembiayaan program TB dan MDR-TB menuju era pasca danah hibah Global Fund di Kota Bengkulu. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian sebanyak 17 orang. Hasil : Tuntutan keberlanjutan program TB dan MDR-TB di Kota Bengkulu masih tinggi, program tetap harus dilaksanakan karena penemuan kasusnya masih rendah dan potensi penderita MDR-TB juga tinggi. Dukungan pendanaan untuk mendukung program TB dan MDR-TB salah satu indikator MDGs dari APBD masih rendah. Dinas Kesehatan Kota Bengkulu perlu melakukan advokasi dan membuat perencanaan dengan memprioritaskan anggaran untuk program TB dan MDR-TB dengan didukung data yang lengkap berupa laporan dari Puskesmas dan RSUD tentang keadaan penyakit TB dan MDR-TB dan kebutuhan dalam penanganannya. Belum adanya wadah atau saluran komunikasi yang dapat menampung aspirasi masyarakat sehingga tugas dan wewenang legislatif belum berjalan dengan baik. Kesimpulan : Stakeholder yang terkait dengan program TB dan MDR-TB di Kota Bengkulu berkomitmen bahwa Program TB dan MDR-TB di Kota Bengkulu masih sangat penting dan sustainabilitas program tetap harus dilaksanakan, dan dukungan stakeholder di Kota Bengkulu masih kurang hal ini tampak dari masih rendahnya alokasi anggaran untuk program TB dan MDR-TB. Kata Kunci: TB, MDR-TB, pembiayaan, Global Fund, stakeholder
Background: Global Tuberculosis Report (2014) had mentioned that in 2013 an estimated 9 million people suffer from TB and 1.5 million people died from the disease. Local and provincial governmentsneed to allocate funds to address the entire cost of the TB and MDR-TBprogram after a grant does not continue. The government that allocates a small budget for TB and MDR-TBcontrol programs will affect program sustainability The aim of study: To determine the commitment of stakeholders in tackling the funding gap to ensure the financing of the TB and MDR-TB program towards the post-grant period in Bengkulu city. Method: This study was a qualitative descriptive study. This study involves 17 informants as research subjects. Result: The demands of sustainability TB programs and MDR-TB at Bengkulu is still high. The program stillha to be implemented because the discovery of the case is still lowand the potential of patients with MDR-TB aalso high. Funding support to TB programs and MDR-TB, one of the MDGs indicator from the regional budget is still low. The local government allocates a small budget from APBD for TB and MDR-TB program. Bengkulu city health office is need to make a planning to prioritize the budget for TB programs are supported with complete data in the form of Puskesmas and hospitals report about the state of TB disease and the needs for treatment. Conclusion: Stakeholders associated with the TB and MDR-TB program in the city of Bengkulu stated that the sustainability of the TB and MDR-TBprogram is still very important in the city of Bengkulu. However, the support of stakeholders in the city of Bengkulu is still lacking. The government was still allocates a small budget for TB programs. Keyword: TB, MDR-TB, financing, Global Fund, stakeholder
Kata Kunci : TB, MDR-TB, pembiayaan, Global Fund, stakeholder