PENELITIAN AWAL KNOWLEDGE MANAGEMENT SEBAGAI ALTERNATIF SOLUSI MENJEMBATANI GENERATION GAP STUDI PADA PT TASPEN (PERSERO)
OVI NOVIANTO, DR.BUDI SANTOSO, M.Bus
2014 | Tesis | S2 ManajemenPenelitian ini dilatarbelakangi identifikasi adanya kesenjangan generasi yang lebar di PT Taspen. Jika dikaitkan dengan pengetahuan maka muncul potensi knowledge loss apabila pengetahuan tidak segera di kelola dengan suatu knowledge management (KM)). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan Taspen dalam menerapkan KM dan memberikan rekomendasi strategi implementasi KM. Penelitian dilakukan dengan melakukan audit terhadap kualitas proses pembelajaran dan karakteristik pembelajaran untuk mengetahui kesiapan organisasi dalam mengimplementasikan KM, serta untuk mengetahui minat/preferensi karyawan akan metode pembelajaran tertentu. Audit dilakukan dengan kuesioner terhadap 134 karyawan. Setelah audit dilakukan, maka diadakan wawancara untuk memperdalam hasil kuesioner dan mengidentifikasi pemenuhan faktor-faktor penentu keberhasilan dalam mengimplementasikan KM. Hasil penelitian menunjukkan Taspen memperoleh skor 54.97 dari total nilai 80 untuk kualitas proses pengelolaan pengetahuan, dimana Taspen dianggap memiliki landasan yang cukup dalam menerapkan KMS dengan telah memiliki proses pengelolaan pengetahuan yang baku meskipun pelaksanaannya belum pernah dievaluasi. Taspen juga memiliki skor 66,28 dari total skor 96 untuk kualitas pembelajaran organisasi. Ini berarti Taspen telah memiliki dasar yang baik sebagai organisasi pembelajar, dimana telah memberikan fasilitas untuk pembelajaran anggotanya dan telah memanfaatkan hasil pembelajaran tersebut untuk peningkatan meskipun belum dievaluasi. Dari hasil penelitian diketahui bahwa dari 11 faktor penentu keberhasilan sebagai prasyarat implementasi KM, faktor infrastruktur teknologi informasi di Taspen telah cukup andal, sedangkan faktor lainnya masih belum matang dan adapula yang belum eksis. Strategi KM yang harus dilakukan segera adalah kodifikasi berupa perekaman untuk pengetahuan eksplisit dan strategi personalisasi melalui sosialisasi (tatap muka) untuk melakukan transfer pengetahuan tacit. Strategi ini didukung oleh preferensi karyawan terhadap metode pelatihan dan berbagi pengetahuan melalui media online dimana disukai oleh seluruh tingkat usia.
This research is motivated by observation that is the identification of generation gap which is very far in Taspen. If associated with knowledge then potential knowledge loss appears when knowledge was not immediately managed by a knowledge management system. This study aims to determine the readiness of Taspen in implementing knowledge management (KM) and provide recommendations of strategies that should be performed. After the problem is identified, audit is then conducted towards the quality of learning process and learning characteristic to determine the readiness of an organization in implementing KM, as well as to determine intention/preferences of employees of a certain learning method. Audit is conducted by survey through questionnaires towards 134 employees. After audit is conducted, an interview is held to identify fulfillment of critical success factors in implementing KM. Research results show that Taspen acquired a score of 54.97 from the total score of 80 for quality of knowledge management process, where Taspen is considered to have sufficient foundation in implementing KMS by already owning raw knowledge management process even if its implementation has never been evaluated. Taspen also has a score of 66,28 from the total score of 96 for quality of organizational learning which means Taspen has owned a good basis as learning organization, where it provides facilities for its learning members and has utilized these learning results to improve however has not been evaluated. From research results it is known that out of 11 success determining factors as prerequisite for implementation of KM, technology infrastructure factor in Taspen is quite reliable, while the other factors are not yet matured and some do not exist. Strategy of KM that should be conducted immediately is codification in the form of recording for explicit knowledge and personalization strategy through socialization (face to face) to transfer tacit knowledge.
Kata Kunci : pengetahuan, knowledge management, kesenjangan generasi, knowledge loss, faktor-faktor penentu keberhasilan