EFEKTIVITAS KONSELING MENYUSUI PADA IBU HAMIL DALAM MENINGKATKAN PERILAKU MEMBERIKAN AIR SUSU IBU EKSKLUSIF DI KECAMATAN TENGGARONG, KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
ISMI MUFIDDAH, Dr. Dra. Ira Paramastri, M.Si; Trisno Agung Wibowo, SKM, M.Kes
2015 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatIntisari Latar belakang : Tidak terbantahkan lagi bahwa ASI sangat bermanfaat baik bagi bayi maupun ibu. Namun cakupan pemberian ASI eksklusif tidak seperti yang diharapkan, SDKI tahun 2012 menunjukkan cakupan ASI eksklusif cenderung menurun seiring dengan bertambahnya usia bayi. Kondisi yang sama juga terjadi di Kutai Kartanegara bahwa cakupan ASI eksklusif cenderung turun dan bukan dianggap sebagai program prioritas meskipun terkait dengan pencapaian indikator MDGs 2015. Perubahan perilaku individu adalah inti dari promosi kesehatan. Intervensi untuk mengubah perilaku dapat dimediasi dengan meningkatkan pengetahuan, mengubah sikap, persepsi, nilai dan kepercayaan melalui mediator antara lain pengajaran, pelatihan, konseling, konsultasi dan penggunaan media. Titik kritis penerapan teori adalah yang efektif berlaku pada tingkat individu, pada tingkat individu mediator yang tepat untuk melakukan promosi kesehatan adalah konseling. Upaya meningkatkan cakupan ASI eksklusif, diperlukan konseling mengenai pemberian ASI eksklusif pada ibu hamil pada saat pemeriksaan kehamilan.Selain itu, studi di tingkat lokal mengenai kondisi rendahnya cakupan ASI eksklusif masih relatif kurang. Tujuan : Untuk menguji efektivitas konseling menyusui terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, persepsi kontrol perilaku, niat dan perilaku ibu untuk memberikan ASI eksklusif. Metode penelitian : Rancangan penelitian adalah kuasi eksperimen yang dilakukan dengan membandingkan kelompok eksperimen sebanyak 29 orang dan kelompok kontrol sebanyak 29 orang (pre test-post test with control group design). Penelitian dilakukan di 2 puskesmas yang masing-masing berada pada kecamatan yang berbeda di Kutai Kartanegara. Responden penelitian adalah ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di puskesmas. Variabel bebas adalah konseling menyusui, sedangkan variabel terikat adalah pengetahuan, sikap, persepsi kontrol perilaku, niat dan perilaku ibu untuk memberikan ASI eksklusif. Data dianalisis secara univariabel dan bivariabel melalui uji beda rerata untuk melihat perbedaan sebelum dan sesudah dilakukan intervensi dan beda antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Hasil penelitian : Intervensi berupa konseling menyusui, secara statistik bermakna dapat meningkatkan variabel pengetahuan tentang ASI eksklusif dan variabel niat untuk memberikan ASI eksklusif, sedangkan untuk variabel yang lain yaitu variabel sikap ibu untuk memberikan ASI eksklusif, persepsi kontrol perilaku terhadap ASI eksklusif dan perilaku untuk memberikan ASI eksklusif, tidak meningkat secara bermakna setelah diberikan konseling menyusui. Kesimpulan : Konseling menyusui secara statistik bermakna dapat meningkatkan pengetahuan tentang ASI eksklusif dan niat untuk memberikan ASI eksklusif. Namun, peningkatan pengetahuan dan niat tersebut tidak serta merta dapat meningkatkan perilaku untuk memberikan ASI eksklusif. Diperlukan peningkatan yang signifikan dan paralel dari semua variabel yang berpengaruh untuk meningkatkan perilaku memberikan ASI eksklusif. Diperlukan penelitian yang lebih jauh untuk mengidentifikasi teknik pembelajaran dalam rangka konseling menyusui
Background: Breastfeeding is immense physical and emotional health value to both mother and baby. However, exclusive breastfeeding is not practiced still by a large percentage of people. The community nutrition programs have so far not being able to have a major impact in terms of promoting exclusive breastfeeding (EBF). IDHS 2012 showed that the coverage of exclusive breastfeeding tends to decline with age of infants. The same situation in local District Kutai Kartanegara as well. This needs to be on high priority list if we are to achieve the MDG indicators 2015. The health and nutrition promotion requires changes in individual practices. Interventions to change behavior may be mediated by enhancing the knowledge, shifting the attitude towards EBF. Such health education and counselling needs to consider effective application of theory applicable at individual levels. It is necessary to have counseling on exclusive breastfeeding to pregnant women during antenatal care to increase the coverage of exclusive breastfeeding. And there is limited knowledge generated locally to identify the theory based reasons to lack of EBF practices. Objective: To examine the effectiveness of breastfeeding counseling to increase knowledge, attitudes, perception for behavioral control, intention and behavior of mothers to breast feed exclusively. Methods: A quasi-experiments conducted by comparing the experimental group (29 participants) and the control group (29 participants). The research was conducted in two puskesmas at different Kecamatan of Kutai Kartenegara district. The respondents were pregnant women attending antenatal care. The independent variable is breastfeeding counseling, while the dependent variables included knowledge, attitudes, perceived behavioral control, intention and behavior of mothers to breast feed exclusively. Uni and bivariate analyses were conducted to note the difference before and after the intervention and the difference between the intervention group and the control group. Results:The breastfeeding counselling during pregnancy seemed to increase the knowledge about EBF. The counselling increase the intentions to EBF as well. However, the statistical analyses pointed that the counselling did not make changes to pregnant women�s attitude, perceived behavioral control, and intention of mothers to provide EBF. Similarly, there was no difference with regard to behavioural control and attitude towards EBF Conclusion: Counseling did increases the knowledge and the intention toEBF; However, knowledge and intention are not necessariable to improve the behavior in terms of EBF. Further research is needed to identify educational techniques.
Kata Kunci : Konseling menyusui dan perilaku memberikan ASI eksklusif, Breastfeeding counseling and exclusive breastfeeding behavior