ANALISA STRATEGI BERSAING PADA BRI SYARIAH CABANG PURWOKERTO
RINI HANDAYANI, Fahmy Radhi, Dr., MBA
2015 | Tesis | S2 ManajemenIndustri perbankan syariah masih relatif baru di Indonesia. Hingga Desember 2014, jumlah Bank Umum Syariah (BUS) di Indonesia adalah sebanyak 12 bank, sedangkan Unit Usaha Syariah (UUS) yang dimiliki oleh bank konvensional sebanyak 22 bank, dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah sebanyak 163 bank, dan pangsa pasar yang diraih hanya kurang dari 5 % keseluruhan industri perbankan nasional, padahal perbankan syariah memiliki kemampuan bertahan dalam gejolak ekonomi seperti yang terjadi pada 1997-1998, dan 2008, sehingga sudah seharusnya kepercayaan masyarakat kepada bank syariah meningkat, ditambah lagi dengan mayoritas penduduk Indonesia yang beragama Islam, tentunya menjadi kesempatan yang besar bagi bank syariah untuk tumbuh lebih besar. BRI Syariah merupakan bank syariah yang mayoritas kepemilikannya adalah PT.Bank Rakyat Indonesia Tbk. Bank ini resmi berdiri pada Januari 2009 dan segera memiliki membuka cabang-cabangnya di kota-kota di seluruh Indonesia, tidak terkecuali di Purwokerto, Jawa Tengah yang dibuka pada Tahun 2010 untuk melayani nasabah di daerah Banyumas, Purbalingga, Cilacap, dan Kebumen, beserta area-area sekitarnya. Persaingan diantara bank syariah di Purwokerto, masih didominasi oleh beberapa bank-bank milik pemerintah maupun bank syariah yang telah lama berdiri seperti Bank Muamalat, adapun bank-bank syariah milik Bank BUMN tersebut adalah Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, dan BRI Syariah sendiri. Pada penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisa strategi BRI Syariah Cabang Purwokerto dalam menghadapi persaingan di perbankan syariah di area kerja Purwokerto. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu menggunakan teknik pengumpulan berupa observasi, dokumentasi dari berbagai sumber terutama Otoritas Jasa Keuangan, Laporan Tahunan BRI Syariah, dan melalui situs resmi BRI Syariah. Kemudian terdapat wawancara untuk mengetahui lebih mendalam mengenai strategi yang digunakan. Analisa data mengggunakan analisa strategi keunggulan bersaing dari Michael Porter yaitu Analisa 5 Keunggulan Bersaing, Analisa Bersaing Generik yaitu biaya rendah, diferensiasi dan fokus, serta SWOT untuk membaca kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Keunggulan yang di miliki BRI Syariah Cabang Purwokerto saat ini adalah jaringan yang luas, dukungan kantor pusat dan induk, pengetahuan yang mendalam mengenai pangsa pasar yang dikelola yaitu menengah kebawah. Perbaikan utama yang harus dilakukan adalah pengelolaan sumber daya manusia yang mampu menghadapi persaingan dan pendekatan yang lebih mendalam ke masyarakat dalam mensosialisasikan produk dan jasa bank syariah. Kata kunci: perbankan syariah, strategi bersaing, keunggulan bersaing.
Islamic banking industry is still relatively new in Indonesia. Until December 2014, the number of Islamic Banks (BUS) in Indonesia is as much as 12 banks, while Sharia Business Unit (UUS) which is owned by the conventional banks as many as 22 banks, and Rural Bank Syariah as many as 163 banks with the market share achieved only less than 5% of total national banking industry, while Islamic banking has the ability to survive the economic turmoil that occurred in 1997-1998, and 2008, so it should be forces for Islamic Bank to gain the public, plus more with the majority of Indonesia's population is Muslim, of course, be a great opportunity for Islamic banks to grow larger. BRI Syariah an Islamic bank that majority ownership is PT.Bank Rakyat Indonesia Tbk. The Bank was officially established in January 2009 and immediately has opened branches in cities throughout Indonesia, including in Purwokerto, Central Java, which opened in 2010 to serve customers in Banyumas, Purbalingga, Cilacap and Kebumen, along with the surrounding-area. Competition among Islamic banks in Purwokerto, still dominated by a few state-owned banks and Islamic banks that have established as Bank Muamalat, while Islamic banks are state-owned Bank of Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, and BRI Syariah itself. In this study aims to describe and analyze strategies BRI Syariah Purwokerto Branch in the face of competition in Islamic banking in the work area of Purwokerto. This study is a qualitative study using qualitative descriptive method using collection techniques such as observation, documentation from various sources, especially the Otoritas Jasa Keuangan, Annual Report BRI Syariah, and through the official website of BRI Syariah. Then there is a more in-depth interview to learn about the strategies used. This thesis use the theory of analysis strategy of Michael Porter's such as 5 Forces Analysis, Generic Strategy Analysis; low cost, differentiation and focus, as well as for using SWOT Analysis to identify the strengths, weaknesses, opportunities and threats. The advantages that have BRI Syariah Purwokerto Bramch today is a vast network, the central office and the parent support, in-depth knowledge of the market share of micro banking. The main improvements to be done is the management of human resources which should be able to face the competition and a more in-depth approach to the public in disseminating the products and services of Islamic banks. Keywords: sharia banking, competitive strategy, competitive advantage
Kata Kunci : perbankan syariah, strategi bersaing, keunggulan bersaing.