ANALISIS BIAYA DAN OUTCOME TERAPI ANTIPSIKOTIK ATIPIKAL PASIEN SKIZOFRENIA RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH SURAKARTA
TITA FATMAWATI, Dr. Trimurti Andayani, Sp.FRS., Apt ; Dr. Satibi, M.Si., Apt
2015 | Tesis | S2 Ilmu FarmasiINTISARI Perawatan pasien skizofrenia di bangsal rawat inap merupakan kontributor terbesar biaya langsung pengobatan skizofrenia. Dari total biaya langsung pengobatan skizofrenia, biaya obat hanya sebesar 3,7%. Meskipun biaya obat hanya mewakili sebagian kecil dari total biaya penatalaksanaan skizofrenia, adanya antipsikotik atipikal beserta manfaatnya dapat dijadikan penyebab tingginya biaya tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan penggunaan antipsikotik atipikal pada biaya dan LOS (length of stay) pasien skizofrenia rawat inap Rumah Sakit Jiwa Daerah Surakarta. Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik menurut perspektif rumah sakit dilakakukan dengan mengambil data secara retrospektif selama bulan Oktober-Desember 2014 dengan menggunakan data sekunder, yaitu data yang sudah tersedia. Subyek dalam penelitian ini adalah pasien skizofrenia rawat inap dengan diagnosa skizofrenia yang menerima antipsikotik atipikal. Dalam penelitian ini yang dilakukan adalah membandingkan hasil terapi antipsikotik atipikal pada biaya dan LOS pasien skizofrenia rawat inap. Biaya total perawatan pasien skizofrenia rawat inap yang mendapat antipsikotik atipikal dan LOS merupakan variabel terikat, sedangkan variabel bebas yaitu jenis antipsikotik atipikal yang digunakan, faktor pasien, faktor penyakit dan faktor jenis pembiayaan. Sebanyak 178 pasien memenuhi kriteria inklusi dengan total biaya rawat inap sebesar Rp. 2.188.372 ������± 806.426. Jenis antipsikotik atipikal yang paling banyak digunakan adalah risperidon (167 pasien). Uji statistik tidak dapat dilakukan karena kecilnya jumlah penggunaan antipsikotik atipikal lain selain risperidon. Pada penelitian ini tidak ada perbedaan penggunaan jenis antipsikotik atipikal pada biaya dan LOS pasien skizofrenia rawat inap. Perbedaan kelas perawatan pasien mempengaruhi perbedaan pada total biaya dan LOS sedangkan jenis skizofrenia mempengaruhi perbedaan LOS. Kata kunci : analisis biaya, length of stay, antipsikotik atipikal, skizofrenia.
ABSTRACT Inpatient admission is the largest contributor to the direct cost of treatment to schizophrenia. Prescription drugs consists only 3,7% from the total direct cost. Although medication expenditures represent only a small portion of total resource utilization associated with the management of schizophrenia, concern exists about the cost of atypical antipsychotics and whether their relative advantages over typical agents are worth their increased cost. This study seeks to asses differences between the use of atypical antipsychotic on cost and length of inpatient schizophrenia stays (LOS) in Rumah Sakit Jiwa Daerah Surakarta. A retrospective analysis of 178 patients conducted based on healthcare perspective by using patient medical record during October and December 2014. The subjects of the research are inpatients schizophrenia who received a single atypical antipsychotic. To understand this study by comparing atypical antipsychotics therapeutic outcome on cost and LOS of inpatient schizophrenia. Total cost therapy and LOS were dependent variables, while the independent variables were patient factors, disease factors and type of financing factors. Patients was eligiblethe inclusion criteria, which hospitalization services cost Rp 2.188.372 ������± 806.426 per person. The commonly used of atypical antipsychotic was risperidone (167 patients). Statistical test was not performed regarding the small number of atypical antipsychhotics, except risperidone. While the type of schizophrenia affected LOS variation, the variation ward class bore on the variation of the total cost and LOS. Keywords : cost analysis, length of stay, atypical antipsychotics, schizophrenia
Kata Kunci : Kata kunci : analisis biaya, length of stay, antipsikotik atipikal, skizofrenia.