Laporkan Masalah

Desain dan Manufaktur Multi-Machining Center (Bagian Drilling Machine)

HERMAN SETYADJI, Muslim Mahardika, S.T., M. Eng., Ph.D

2015 | Skripsi | S1 TEKNIK MESIN

Seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan manusia terus berkembang dan meningkat. Hal tersebut berdampak pada semakin tingginya sifat konsumtif dari kosumen. Untuk mengimbangi semakin meningkatnya kebutuhan konsumen tersebut, maka produsen harus dapat meningkatkan kecepatan produksi, memproduksi barang yang sama setiap produk, serta memiliki kualitas yang baik. Dengan pertimbangan tersebut maka machining center merupakan salah satu pilihan yang tepat. Selain itu pemerintah Indonesia juga akan terus mengembangkan Usaha Kecil Menengah untuk meningkatkan perokonomian Indonesia, akan tetapi hal tersebut terhambat oleh teknologi yang dimiliki oleh Usaha Kecil Menengah tersebut. Keterbatasan teknologi tersebut dikarenakan mahalnya mesin-mesin impor dan sedikitnya produsen lokal yang mampu untuk memproduksi mesin yang tepat guna bagi Usaha Kecil Menengah tersebut. Penelitian ini diawali dengan pembuatan desain machining center untuk wajan aluminium, kemudian dilakukan revisi, perhitungan, dan simulasi terhadap desain machining center tersebut. Setelah proses tersebut, kemudian dilakukan fabrikasi untuk membuat machining center untuk wajan aluminium ini. Setelah machining center sudah dapat dioperasikan, kemudian dilakukan analisis proses pembubutan oleh machining center dengan melakukan percobaan drilling. Percobaan drilling dilakukan dengan menggunakan variasi feed rate dengan variasi 10, 15, 20, 25, dan 30 m/menit. Setelah memperoleh spesimen hasil proses drilling tersebut, maka dilakukan pengukuran hasil proses drilling dengan menggunakan mesin surface roughness dan pengambilan ukuran lubang diameter hasil proses drilling dengan menggunakan kamera mikro. Dari analisis hasil pengujian surface roughness, hasil dari proses drilling yang dilakukan memiliki hasil kekasaran permukaan terbaik sebesar 4 μm dan hasil kekasaran permukaan tersebesar adalah 20.8 μm. Hal tersebut dikarenakan dengan meningkatya feed rate pada drilling machine, maka jarak puncak antar kristal hasil proses drilling akan semakin jauh dan hal tersebut akan memperngaruhi kekasaran permukaannya. Selain pengambilan data kekasaran permukaan, data selisih lubang diameter terukur dengan diameter ideal yang tertangkapa oleh kamera mikro menunjukan nilai terkecil sebesar 0,21 mm dan terbesar 0,77. Karena drilling machine tersebut tidak memerlukan tingkat presisi yang tinggi, maka hal tersebut cukup memenuhi syarat machining center yang diperlukan

Along with the times, human needs grow and improve. It has an impact to human consumptive behavior. To compensate of the increasing human consumptive behavior, producers must be able to increase production speed, producing the same goods each product, as well as having a good quality. With these consideration, machining center is one of right choice. In addition, Indonesia government will also continue to develop small and medium enterprises to improve Indonesia�s economy, but small and medium enterprises at Indonesia have lack of technology. The limit of the technology that small and medium enterprises Indonesia because of the high cost of imported machinery and least local producers are able to produce machine for small and medium enterprises Indonesia. This study begins with design of machining center for manufacturing aluminum pans, then revised over and over again use calculation and simulation using finite element analysis. After design proses and simulation, we are perform the fabrication to make the machining center for this aluminum pans. After that machining center has been able to operate, drilling machine experiment began. The experiment using feed rate variation with variation of 10, 15, 20, 25, and meter per minute. After obtaining a specimen of drilling machine proses, the specimen tested by surface roughness machine and micro camera for capture the diameter hole. From the test result of surface roughness machine, we can obtain the best surface roughness is 4 μm and the worse is 20.8 μm. That phenomenon we can conclude that the higher feed rate can occurred the higher surface roughness because the distance between the peak of the crystal will be more further and its effect to surface roughness. From the test result of micro camera, we can obtain the deviation of the smallest value diameter is 0.21 mm and the largest value diameter is 0.77 mm. That result is good enough, because the machining center not require a high degree of precision, then it is sufficient to qualify the requirement of machining center.

Kata Kunci : machining center, wajan aluminium, drilling, surface roughness, diameter lubang